Jakarta, Rakyatterkini.com – Kepolisian Daerah (Polda) Banten terus mengusut insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi yang terjadi di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2026). Dalam proses penyelidikan, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten telah meminta keterangan dari 18 orang saksi.
Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa kebakaran sekaligus menelusuri sumber api yang muncul di kapal penyeberangan tersebut.
Sebanyak 18 saksi yang diperiksa berasal dari berbagai kalangan, mulai dari penumpang, pengemudi bus yang berada di area geladak kendaraan, Kepala Kamar Mesin (KKM), hingga awak kapal KMP Batu Mandi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Banten, Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung secara intensif. Meski demikian, petugas belum bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh di tempat kejadian perkara (TKP) karena kondisi kapal belum sepenuhnya aman.
Menurut Maruli, sejumlah bagian badan kapal dan material di dalamnya masih menyimpan panas tinggi setelah kebakaran. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan petugas apabila proses olah TKP dilakukan terlalu dini.
"Kondisi badan kapal dan material di bagian dalam masih dalam suhu tinggi dan panas pascakebakaran. Hal itu berisiko membahayakan keselamatan petugas jika Olah TKP dipaksakan saat ini," ujar Maruli di Cilegon, Kamis (22/10/2026).
Polda Banten Libatkan Puslabfor dan KNKT
Untuk mengungkap penyebab kebakaran secara menyeluruh, Polda Banten menjalin koordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta sejumlah instansi yang bergerak di bidang kemaritiman.
Kerja sama lintas lembaga tersebut juga mencakup langkah teknis untuk mengapungkan dan mengamankan posisi kapal. Upaya ini diperlukan agar proses olah TKP dapat dilakukan dengan aman serta mendukung ketepatan pengumpulan bukti.
Maruli menegaskan, pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kebakaran KMP Batu Mandi karena proses penyelidikan dan pendalaman bukti masih berjalan.
Setelah kondisi kapal dinyatakan stabil dan aman, tim gabungan bersama Puslabfor dan KNKT akan melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi titik awal munculnya api.
"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab utama timbulnya api pada KMP Batu Mandi karena pendalaman masih berlangsung. Setelah kondisi kapal memungkinkan dan stabil, tim gabungan bersama Puslabfor dan KNKT akan langsung mengidentifikasi sumber api," kata Maruli.
Polda Banten memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab kebakaran tersebut.(da)


