Notification

×

Iklan

PLN Perkuat Kemandirian Energi di HLN ke-81

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:49 WIB Last Updated 2026-10-28T01:49:00Z

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan 

Jakarta, Rakyatterkini.com – PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung kemandirian energi dan pemerataan pembangunan di Indonesia dalam peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81. Melalui tema “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”, PLN menjadikan momentum ini sebagai refleksi perjalanan kelistrikan nasional sekaligus penguatan langkah untuk menyediakan energi yang andal, ramah lingkungan, dan dapat diakses seluruh masyarakat.

Di tengah perkembangan ekonomi nasional dan meningkatnya tuntutan terhadap pembangunan berkelanjutan, PLN terus memperluas perannya. Tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, perusahaan juga mendorong percepatan transisi energi, mengembangkan digitalisasi sistem kelistrikan yang terintegrasi, serta menghadirkan berbagai inovasi teknologi untuk memperkuat kedaulatan energi Indonesia.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan perusahaan siap menindaklanjuti arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan serta swasembada energi hijau melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan terukur, dan penyesuaian dengan kebutuhan nasional.

Dalam Upacara Peringatan Hari Listrik Nasional 2026 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (27/10), Suroso menegaskan bahwa percepatan pengembangan energi bersih menjadi tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui langkah konkret.

Ia menyampaikan, arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan ketahanan energi dan percepatan transisi menuju energi bersih harus diterjemahkan ke dalam program nyata. Salah satunya melalui pelaksanaan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) serta penyelesaian seluruh program yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Menurut Suroso, PLN perlu memperkuat koordinasi dengan Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia agar setiap kebijakan dapat diwujudkan melalui perencanaan, investasi, dan pelaksanaan yang terarah serta dapat dipertanggungjawabkan.

Selain transformasi energi, PLN juga menempatkan peningkatan kualitas pelayanan pelanggan sebagai prioritas utama. Sepanjang perjalanan melayani kebutuhan listrik masyarakat, perusahaan menghadapi berbagai tantangan operasional yang menuntut penanganan gangguan secara cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan petugas.

Keandalan pasokan listrik memiliki pengaruh besar terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Bagi pelaku usaha, listrik menjadi penopang kelangsungan bisnis dan menjaga kualitas barang dagangan. Di rumah sakit, pasokan listrik sangat penting untuk mendukung pelayanan medis dan perawatan pasien. Sementara itu, bagi pelajar, listrik membantu kelancaran kegiatan belajar, dan bagi sektor industri, energi listrik menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas.

Oleh karena itu, gangguan kelistrikan tidak sekadar menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memengaruhi pendapatan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan publik. Kondisi tersebut menuntut PLN untuk memberikan respons yang cepat sekaligus memastikan pelanggan memperoleh informasi yang jelas mengenai penanganan gangguan.

Sebagai langkah perbaikan, PLN melakukan pemetaan terhadap lokasi yang kerap mengalami gangguan dengan mempertimbangkan tingkat risiko. Perusahaan juga meningkatkan kesiapan personel, peralatan, serta material pendukung agar proses pemulihan pasokan listrik dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, setiap laporan dan keluhan pelanggan diupayakan mendapat tindak lanjut yang terukur.

Suroso menekankan bahwa tantangan di lapangan tidak boleh menjadi alasan untuk menunda penanganan gangguan. Petugas PLN kerap menghadapi kondisi geografis yang sulit, cuaca yang tidak mendukung, keterbatasan sarana, hingga perjalanan panjang untuk menjangkau lokasi terdampak.

Meski demikian, menurutnya, PLN harus mampu memberikan kepastian kepada masyarakat yang menunggu listrik kembali menyala. Ia berharap semangat pelayanan tidak hanya digaungkan dalam peringatan Hari Listrik Nasional, tetapi benar-benar tercermin dalam peningkatan kualitas layanan sehari-hari.

Lebih lanjut, Suroso menjelaskan bahwa listrik kini memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar komoditas energi. Selama lebih dari delapan dekade, listrik telah menjadi salah satu fondasi penting bagi kehidupan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui semangat PLN Empower All, perusahaan berupaya memastikan bahwa energi yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata, memperluas kesempatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Suroso menuturkan, keberhasilan PLN tidak hanya tercermin dari besarnya kapasitas pembangkit atau luasnya jaringan kelistrikan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari anak-anak yang dapat belajar dengan nyaman, usaha kecil yang tetap beroperasi, industri yang terus berkembang, hingga keluarga yang menikmati aktivitas sehari-hari dengan dukungan listrik yang andal.

Menurutnya, manfaat nyata yang dirasakan masyarakat tersebut merupakan wujud pengabdian PLN dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan bangsa.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update