Notification

×

Iklan

Pemko Padang Gelar Bedah Buku Pancasila untuk Perkuat Wawasan Kebangsaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:29 WIB Last Updated 2026-10-31T12:44:12Z

Wali Kota Padang Fadly Amran saat menghadiri Bedah Buku Pancasila

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan DPR RI terus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. 

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bedah buku Pancasila untuk Pemula yang ditulis Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya.

Kegiatan yang digelar di Palanta, Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (30/10/2026), tersebut menjadi wadah untuk membahas kembali esensi Pancasila sebagai dasar negara. Selain itu, forum ini juga menghadirkan pembahasan mengenai pentingnya perlindungan data pribadi, terutama dalam lingkungan pendidikan.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Irene Camelyn Sinaga, Staf Ahli Ketua Komisi XIII DPR RI Linda Ferda, serta Peneliti Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas M. Nurul Fajri.

Hadir pula Kepala SMA Negeri 8 Padang Berry Devanda, pemerhati budaya, serta puluhan tenaga pendidik dari SMA dan SMK yang ada di Kota Padang.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyambut positif kehadiran buku karya Willy Aditya tersebut. Ia menilai, penyampaian materi mengenai sejarah lahirnya Pancasila hingga penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui bahasa yang ringan menjadi keunggulan buku tersebut.

Menurut Fadly, pendekatan sederhana dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan akan memudahkan generasi muda, termasuk pelajar dan kalangan milenial, untuk memahami serta mengamalkan Pancasila.

Ia juga mengingatkan bahwa ideologi bangsa merupakan fondasi penting yang harus terus dipertahankan. Terlebih, perubahan zaman dan perkembangan geopolitik global menghadirkan berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kehidupan berbangsa.

"Kehadiran buku ini sangat tepat karena ideologi merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga sepanjang perjalanan sejarah agar tetap kokoh menghadapi perubahan zaman dan dinamika geopolitik dunia," ungkap Fadly.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penguatan ideologi Pancasila perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, peningkatan budaya literasi, serta pembentukan ruang dialog yang mendorong pemikiran kritis.

Dalam proses tersebut, guru memiliki tanggung jawab besar karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dan berperan dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

Fadly pun mengajak seluruh tenaga pendidik agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun perguruan tinggi.

"Kami mengajak para pendidik senantiasa menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap proses pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi. Jangan sampai kemajuan teknologi mengikis karakter dan semangat kebangsaan generasi muda kita," pesannya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Irene Camelyn Sinaga, menyebut penguatan ideologi bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan program dan kebijakan lembaga pemerintah.

Ia menilai lingkungan pendidikan, terutama ruang kelas, menjadi salah satu tempat paling strategis untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.

"BPIP bukanlah apa-apa tanpa peran Bapak dan Ibu guru. Garda terdepan dalam pewarisan nilai-nilai Pancasila adalah para guru, karena merekalah yang berhadapan langsung dengan siswa dan ikut menentukan karakter calon pemimpin bangsa," tegas Irene.

Sementara itu, Willy Aditya menyampaikan pandangannya melalui sambungan video yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Ia berharap Pancasila tidak hanya dipahami sebagai ideologi formal atau landasan hukum negara, tetapi juga diterapkan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui bukunya, Willy ingin mengajak masyarakat melihat Pancasila sebagai ideologi yang terus berkembang dan mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan menjadi landasan untuk membangun keharmonisan, membuka ruang dialog, serta memperkuat kolaborasi di tengah keberagaman Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Fadly Amran juga memaparkan sejumlah rencana Pemko Padang untuk mengembangkan ekosistem literasi di daerah tersebut.

Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan ruang baca dengan konsep modern di kawasan Bagindo Aziz Chan Youth Center. Fasilitas tersebut nantinya akan dilengkapi mini teater sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat membaca sekaligus ruang kegiatan edukatif dan kreatif.

Selain pengembangan sarana literasi, Pemko Padang juga berencana memperluas pembinaan bagi masyarakat yang memiliki minat dan kemampuan di bidang kepenulisan.

Fadly menyebut pemerintah daerah akan meningkatkan dukungan terhadap karya-karya penulis lokal, baik melalui fasilitasi maupun promosi. Bahkan, jumlah penulis yang dilibatkan dalam program tersebut ditargetkan meningkat pada tahun mendatang.

"Selain memperluas fasilitasi dan promosi karya penulis lokal, tahun depan kami menargetkan peningkatan jumlah penulis yang terlibat menjadi 60 orang, dari 20-30 orang tahun ini. Semoga upaya ini semakin mendorong terus lahirnya penulis dan karya lokal," tutupnya.

Melalui kegiatan bedah buku dan berbagai program pengembangan literasi tersebut, Pemko Padang berharap tumbuh kesadaran kebangsaan yang semakin kuat sekaligus melahirkan generasi muda yang berkarakter, kritis, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update