Notification

×

Iklan

Payakumbuh Bidik 40 Emas di Porprov XVI

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:26 WIB Last Updated 2026-09-30T19:26:00Z

Sekretaris Daerah Rida Ananda, saat memimpin rapat 

Payakumbuh, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Payakumbuh memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI 2026. Kontingen Payakumbuh ditargetkan mampu membawa pulang lebih dari 40 medali emas, sekaligus meningkatkan capaian pada ajang sebelumnya yang meraih 32 emas.

Target tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda dalam rapat teknis sekaligus audiensi bersama kontingen di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Senin (28/9/2026).

Rida meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Payakumbuh beserta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) bekerja maksimal untuk meningkatkan prestasi atlet pada kompetisi olahraga multicabang tingkat Sumatera Barat tersebut.

"Kalau sebelumnya kita memperoleh 32 medali emas, sekarang sesuai arahan Wali Kota targetnya lebih dari 40 emas. Bahkan jika mampu mencapai 50 emas, tentu akan menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi Payakumbuh," ujarnya.

Untuk mendukung persiapan atlet, Pemko Payakumbuh bersama DPRD telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp7 miliar. Penambahan dukungan tersebut turut membuat jumlah anggota kontingen meningkat, dari rencana awal sekitar 350 orang menjadi kurang lebih 500 orang.

Rida mengingatkan pengurus setiap cabor agar kebutuhan atlet selama pertandingan, terutama makanan dan minuman, benar-benar diperhatikan. Pengelolaan anggaran juga diminta dilakukan secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Jangan sampai kebutuhan makan dan minum atlet terabaikan. Semua pengurus cabor harus memastikan operasional berjalan baik sehingga atlet dapat berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Payakumbuh, Yunida Fatwa, menyampaikan bahwa Porprov XVI 2026 menggunakan konsep tuan rumah bersama yang melibatkan 12 kabupaten/kota. Kota Padang menjadi lokasi pembukaan dan penutupan yang dijadwalkan mulai 2 Oktober 2026.

Terkait perlengkapan kontingen, Yunida menjelaskan pengadaan seragam dengan anggaran sekitar Rp800 juta belum dapat direalisasikan karena waktu persiapan yang terlalu singkat. Pemko Payakumbuh sebelumnya juga telah mengirim surat kepada Gubernur Sumatera Barat pada 8 September 2026 untuk mengusulkan penundaan pelaksanaan hingga November.

Menurutnya, waktu yang tersedia tidak cukup untuk proses pengadaan pakaian kontingen karena pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

Untuk mendukung kebutuhan atlet selama mengikuti Porprov, Pemko Payakumbuh menetapkan uang Training Center (TC) sebesar Rp85 ribu per hari dengan batas maksimal 20 hari. Selain itu, atlet memperoleh uang harian Rp200 ribu per hari selama maksimal sembilan hari. Sementara biaya penginapan diberikan maksimal Rp800 ribu per hari dengan potongan pajak sebesar 2 persen.

Pemko juga menyiapkan anggaran sekitar Rp2,634 miliar untuk bonus atlet yang berhasil meraih medali. Besaran dan mekanisme pemberian bonus tersebut nantinya ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota.

Selain bonus utama, tersedia pula bonus spontan berupa voucer senilai Rp1 juta bagi atlet peraih emas dan Rp500 ribu untuk peraih perak. Bonus tersebut diberikan melalui transfer.

Ketua KONI Kota Payakumbuh Chairul Mufti atau Heru menyatakan pihaknya siap menjalankan target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Menurutnya, sejumlah cabang olahraga unggulan telah dipersiapkan untuk mendulang medali.

"Kami optimistis dapat melewati 40 bahkan mengejar 50 medali emas. Sejumlah cabor unggulan juga sudah menunjukkan kesiapan untuk bertanding," ungkap Heru.

Ia sekaligus mengingatkan seluruh pengurus cabor agar disiplin dalam administrasi pertanggungjawaban keuangan. Bukti transaksi harus disimpan dengan baik dan sisa anggaran wajib dikembalikan sesuai ketentuan.

Sejumlah cabor, termasuk sepak bola, telah lebih dulu diberangkatkan menuju lokasi pertandingan. Sementara pelepasan resmi kontingen Payakumbuh dijadwalkan pada Kamis (1/10/2026).

Heru menambahkan, evaluasi akan dilakukan setelah Porprov berakhir, khususnya terhadap cabor yang tidak mampu menunjukkan hasil sesuai pembinaan yang telah dilakukan.

"Setelah Porprov, cabor yang tidak mampu menghasilkan prestasi akan kami evaluasi secara tegas. Langkah ini penting agar pembinaan olahraga di Payakumbuh terus mengalami peningkatan," pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update