Notification

×

Iklan

Padang Integrasikan Penataan Batang Arau dan Kota Tua

Senin, 26 Oktober 2026 | 18:47 WIB Last Updated 2026-10-26T13:06:44Z

Batang Arau dan Kota Tua Kota Padang

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang berupaya mengembangkan kawasan Sungai Batang Arau agar terhubung dengan penataan Kota Tua Padang. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa penyelarasan rencana induk atau master plan kedua kawasan tersebut diperlukan untuk membentuk karakter wisata yang khas sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Hal itu disampaikan Fadly saat menerima pemaparan rencana pengembangan kawasan Sungai Batang Arau dari Focus Architects + Urban Planner di Gedung Putih, Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (25/10/2026).

Fadly menyambut positif gagasan penataan tersebut. Ia berharap perencanaan Sungai Batang Arau diselaraskan dengan program pengembangan Kota Tua Padang agar kedua kawasan memiliki arah pembangunan yang saling mendukung.

Menurutnya, keterpaduan perencanaan akan menghasilkan konsep pengembangan yang lebih terarah dan memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata.

Dalam pertemuan itu, Focus Architects + Urban Planner memaparkan sejumlah konsep penataan, dengan cakupan wilayah mulai dari Masjid Al-Hakim hingga Kota Tua Padang. Berbagai fasilitas yang diusulkan meliputi jembatan penghubung kawasan pesisir dengan Gunung Padang, Pasar Nelayan, Maritim Center, Marina Center, Batang Arau Night Market, fasilitas jeti, serta restoran yang menyajikan hidangan laut.

Fadly menilai Sungai Batang Arau mempunyai peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang mampu menarik pengunjung dari berbagai negara. Potensi tersebut semakin didukung oleh keberadaan akses menuju Kepulauan Mentawai, yang telah dikenal luas sebagai salah satu tujuan utama wisata selancar dunia.

Ia menekankan bahwa pengembangan kawasan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan mengacu pada standar internasional agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya.

Di samping pengembangan pariwisata, penataan Sungai Batang Arau juga dirancang untuk menunjang kegiatan kemaritiman. Hal ini mencakup akses transportasi kapal menuju Mentawai serta aktivitas perikanan, termasuk proses pendaratan hasil tangkapan ikan.

Dengan konsep tersebut, kawasan diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan yang menggabungkan sektor wisata, perikanan, dan layanan maritim dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Fadly turut mengungkapkan bahwa Pemko Padang mendorong kolaborasi dengan Pelindo dalam mendukung pembangunan fasilitas kemaritiman, khususnya Maritim Center dan Marina Center. Kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan operasional kapal sekaligus mendukung pengembangan kawasan.

Sementara itu, Dato Suhaimi dari Focus Architects + Urban Planner menjelaskan bahwa kedatangan pihaknya bertujuan mempresentasikan rancangan induk penataan Sungai Batang Arau yang terhubung dengan kawasan Kota Tua Padang.

Ia menyampaikan bahwa timnya memiliki pengalaman dalam menangani konservasi dan pembenahan kawasan bersejarah di sejumlah kota di Malaysia, antara lain Melaka, Kuala Lumpur, Penang, dan Ipoh.

Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam merancang pengembangan kawasan yang tetap mempertahankan nilai sejarah. Menurutnya, peningkatan kualitas lingkungan dan bangunan dapat dilakukan melalui pendekatan konservasi sehingga karakter asli serta nilai historisnya tetap terjaga.

Melalui integrasi rencana pengembangan Sungai Batang Arau dan Kota Tua Padang, Pemko Padang berharap kawasan tersebut semakin berkembang sebagai tujuan wisata unggulan. Upaya ini juga diharapkan mampu menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota pesisir yang memiliki potensi wisata dan kemaritiman.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update