Padang, Rakyatterkini.com – Menjelang berakhirnya periode kepengurusan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat mengadakan pertemuan silaturahmi dengan sejumlah tokoh senior organisasi.
Kegiatan yang berlangsung di Takana Nasi, Padang, Minggu (25/10/2026), tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi sekaligus membahas persiapan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sumbar.
Pertemuan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Sumbar. Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Eka Putra Buhari, serta Ketua DPD KNPI Sumbar Nanda Satria bersama jajaran pengurus.
Sejumlah tokoh senior turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya mantan Ketua KNPI Sumbar Hendra Irwan Rahim dan Asnawi Bahar.
Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menyampaikan penghargaan kepada pengurus KNPI Sumbar atas upaya mereka menjalankan organisasi selama masa kepengurusan. Ia juga mendorong agar Musda segera dilaksanakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Menurut Fadly, Musda tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan laporan kinerja serta mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan.
“Musda perlu dilaksanakan dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi. Seluruh capaian selama masa kepengurusan hendaknya dipaparkan secara terbuka agar dapat menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya.
Fadly juga menegaskan bahwa KNPI harus menjadi ruang demokrasi yang terbuka bagi seluruh generasi muda di Sumatera Barat. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi tempat bagi para kader untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa mendatang.
Ia meminta agar seluruh kader yang memiliki potensi diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan ketua, tanpa membatasi peluang berdasarkan latar belakang tertentu.
“Berikan ruang kepada kader terbaik pemuda dan pemudi Sumatera Barat untuk mendaftar dan mengikuti proses demokrasi. Siapa pun yang memiliki keinginan untuk maju sebagai ketua dipersilakan. Perbedaan pandangan dan dinamika dalam organisasi merupakan hal yang lumrah,” kata Fadly.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Sumbar Nanda Satria menyampaikan bahwa Musda KNPI Sumbar direncanakan berlangsung pada 22 November 2026 di Kota Padang. Ia berharap dukungan, arahan, serta saran dari para tokoh senior dapat membantu kelancaran pelaksanaan agenda tersebut.
Nanda juga menekankan pentingnya proses pergantian kepengurusan yang berlangsung secara kondusif. Ia berharap transisi kepemimpinan dapat berjalan mulus tanpa mengganggu kekompakan dan persatuan di lingkungan KNPI Sumbar.
“Kami berharap peralihan kepengurusan dapat berlangsung dengan baik, tetap menjaga soliditas organisasi, serta mempererat kebersamaan di antara seluruh kader,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, Hendra Irwan Rahim turut memberikan sejumlah masukan untuk kepengurusan KNPI berikutnya. Ia berharap pengurus mendatang lebih aktif memperkenalkan peran dan fungsi KNPI kepada masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.
Menurutnya, sosialisasi hingga ke lingkungan kampus perlu diperkuat agar semakin banyak mahasiswa memahami KNPI sebagai wadah berhimpun dan mengembangkan potensi generasi muda.
Sementara itu, Asnawi Bahar mengungkapkan kebanggaannya terhadap para kader KNPI yang kini telah berkiprah di berbagai posisi strategis, termasuk sebagai anggota DPRD dan kepala daerah.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kader. Dengan demikian, KNPI diharapkan tetap mampu melahirkan pemimpin yang kompeten sekaligus berkontribusi nyata terhadap pembangunan Sumatera Barat.(da*)


