Notification

×

Iklan

Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspada Penipuan BSU 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:45 WIB Last Updated 2026-10-25T21:46:09Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau para pekerja untuk berhati-hati terhadap beredarnya tautan palsu dan pesan berantai yang mencatut program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Modus tersebut berpotensi digunakan pelaku untuk menipu masyarakat dan mencuri data pribadi.

Penipuan biasanya dilakukan melalui pesan WhatsApp atau direct message (DM) di media sosial. Pelaku menyertakan tautan yang tidak jelas sumbernya, kemudian meminta calon korban mengisi sejumlah informasi pribadi dengan alasan untuk memproses pencairan bantuan.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengingatkan pekerja agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ia juga meminta masyarakat tidak sembarangan membuka tautan maupun memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.

“Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” ujar Indah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, pekerja harus mewaspadai pesan yang meminta Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau informasi pribadi lainnya dengan alasan sebagai persyaratan pencairan BSU.

Indah menambahkan, keberadaan logo Kemnaker pada sebuah pesan atau situs tidak dapat dijadikan jaminan bahwa informasi tersebut benar-benar berasal dari pemerintah. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa sumber informasi sebelum mengikuti instruksi yang diberikan.

Pastikan Informasi BSU Berasal dari Kanal Resmi

Untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai Bantuan Subsidi Upah, masyarakat diminta mengakses saluran komunikasi resmi Kemnaker atau mengunjungi situs bsu.kemnaker.go.id.

Jika situs tersebut belum bisa dibuka, pekerja disarankan menunggu informasi resmi berikutnya. Masyarakat juga diminta tidak menggunakan tautan pengganti yang belum dipastikan keasliannya.

Kemnaker mengingatkan pekerja untuk menerapkan sejumlah langkah pencegahan agar terhindar dari penipuan berkedok BSU.

Pertama, periksa alamat situs secara cermat sebelum membuka tautan atau memasukkan informasi pribadi. Kedua, jangan membagikan kode one-time password (OTP), PIN, maupun kata sandi kepada siapa pun.

Ketiga, hindari permintaan pembayaran dalam bentuk apa pun yang diklaim sebagai syarat pencairan bantuan. Keempat, segera tutup tautan yang mencurigakan dan pastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi Kemnaker.

Indah menegaskan, sikap waspada menjadi hal penting untuk mencegah pekerja menjadi korban penipuan yang memanfaatkan nama program BSU maupun institusi Kemnaker.

Ia turut menyampaikan bahwa Menteri Ketenagakerjaan Yassierli telah mengingatkan jajaran kementerian agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan tersebut.

“Bapak Menaker Prof. Yassierli selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian,” kata Indah.

Kemnaker kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pencairan bantuan yang disertai permintaan data rahasia ataupun pungutan biaya. Sebelum mengambil tindakan, pekerja diharapkan memastikan seluruh informasi mengenai BSU melalui saluran resmi pemerintah guna menghindari kerugian akibat penipuan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update