Notification

×

Iklan

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Status Siaga

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:27 WIB Last Updated 2026-10-26T09:27:00Z

Gunung Semeru erupsi lima kali sejak Senin (26/10/2026) dini hari hingga pagi.

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Gunung Semeru yang berada di Jawa Timur mengalami lima kali erupsi sejak Senin (26/10/2026) dini hari hingga menjelang siang. Hingga saat ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada status Level III atau Siaga.

Mengacu pada laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 00.42 WIB. Letusan tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 20 milimeter dengan durasi selama 2 menit 12 detik.

Aktivitas erupsi kembali terjadi pada pukul 06.37 WIB. Pada kejadian kedua ini, amplitudo maksimum tercatat sebesar 11 milimeter dengan durasi 1 menit 21 detik. Letusan tersebut juga disertai guguran.

Gunung Semeru kemudian kembali meletus pada pukul 07.30 WIB. Berdasarkan catatan pemantauan, erupsi ketiga memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 1 menit 57 detik.

Erupsi keempat terpantau pada pukul 08.41 WIB dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 2 menit 5 detik. Sementara itu, letusan kelima terjadi pada pukul 10.03 WIB, dengan amplitudo maksimum yang sama, yakni 22 milimeter, dan berlangsung selama 1 menit 55 detik.

Dalam seluruh laporan tersebut, tinggi kolom abu tidak dapat diamati. PVMBG juga mencatat bahwa aktivitas erupsi masih berlangsung ketika laporan pada pukul 06.37 WIB, 07.30 WIB, 08.41 WIB, dan 10.03 WIB diterbitkan.

Seiring dengan aktivitas vulkanik tersebut, PVMBG meminta masyarakat untuk mematuhi zona bahaya dan menghindari kawasan yang berisiko terdampak erupsi.

Masyarakat dilarang melakukan kegiatan di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam radius hingga 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru atau pusat erupsi.

"Masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," demikian imbauan PVMBG.

Selain itu, warga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak gunung.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Kawasan ini dinilai berbahaya karena berpotensi terkena lontaran batu pijar saat terjadi erupsi.

Tidak hanya itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, serta lahar.

Potensi bahaya tersebut terutama perlu diwaspadai di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan aliran lahar di sungai-sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan.

PVMBG menegaskan pentingnya mengikuti rekomendasi keselamatan dan menjauhi wilayah rawan guna mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas Gunung Semeru.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update