Notification

×

Iklan

Focus Architects Siapkan Master Plan Kota Tua Padang

Senin, 26 Oktober 2026 | 09:26 WIB Last Updated 2026-10-26T02:26:00Z

Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih, Rumah Dinas Wali Kota Padang

Padang, Rakyatterkini.com – Pengalaman dalam merevitalisasi dan menata bangunan bersejarah di sejumlah kota Malaysia, seperti Melaka, Kuala Lumpur, Penang, dan Ipoh, menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merancang pengembangan kawasan Sungai Batang Arau hingga Kota Tua Padang.

Focus Architects + Urban Planner menilai, pengembangan kawasan bersejarah perlu dilakukan dengan memperhatikan prinsip konservasi. Dengan demikian, kualitas lingkungan dan bangunan dapat ditingkatkan tanpa menghilangkan nilai sejarah yang menjadi identitas suatu kota.

Hal tersebut disampaikan Dato’ Suhaimi dari Focus Architects + Urban Planner saat bertemu dengan Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih, Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (25/10/2026).

Dato’ Suhaimi menjelaskan, pihaknya telah terlibat dalam penataan dan perbaikan bangunan bersejarah di berbagai kota di Malaysia. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menyusun konsep pengembangan kawasan yang tetap mempertahankan karakter dan keaslian bangunan bersejarah.

Menurutnya, pendekatan konservasi memungkinkan kawasan lama ditata menjadi lebih baik sekaligus menjaga nilai historis yang terkandung di dalamnya.

Master Plan Sungai Batang Arau dan Kota Tua

Dalam pertemuan itu, Focus Architects + Urban Planner memaparkan rancangan induk atau master plan pengembangan kawasan Sungai Batang Arau, mulai dari Masjid Al-Hakim hingga wilayah Kota Tua Padang.

Konsep yang ditawarkan meliputi pembangunan jembatan penghubung antara kawasan pesisir dan Gunung Padang, Pasar Nelayan, Maritim Center, Marina Center, Batang Arau Night Market, fasilitas jeti, restoran seafood, serta penataan kawasan Kota Tua.

Rangkaian rencana tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi wisata, aktivitas kemaritiman, perikanan, dan warisan sejarah yang dimiliki Kota Padang.

Sungai Batang Arau sendiri memiliki peran penting sebagai jalur akses kapal menuju Kepulauan Mentawai sekaligus lokasi aktivitas pendaratan ikan. Sementara itu, keberadaan Kota Tua Padang di kawasan yang berdekatan membuka peluang untuk mengembangkan kedua wilayah tersebut secara terpadu.

Pengalaman Focus Architects + Urban Planner dalam menangani kawasan bersejarah di Malaysia turut menjadi referensi untuk memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi pada perubahan fisik, tetapi juga menjaga karakter sejarah yang telah melekat pada kawasan tersebut.

Fadly Amran Minta Perencanaan Terintegrasi

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut positif konsep penataan dan pengembangan Sungai Batang Arau yang disampaikan Focus Architects + Urban Planner. Ia meminta agar rancangan tersebut diselaraskan dengan perencanaan pengembangan Kota Tua Padang.

Fadly berharap kedua kawasan dapat dikembangkan dengan arah yang sejalan, sehingga memiliki keterhubungan yang jelas dan mampu membentuk daya tarik wisata yang lebih kuat.

Ia menilai Sungai Batang Arau mempunyai peluang besar untuk menjadi destinasi wisata bertaraf internasional. Letaknya yang berkaitan dengan jalur menuju Kepulauan Mentawai, yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata selancar dunia, dinilai dapat menjadi modal untuk meningkatkan daya saing pariwisata Padang.

Karena itu, menurut Fadly, diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara maksimal dan memenuhi standar internasional.

Selain sektor pariwisata, Fadly juga menekankan pentingnya memperkuat fungsi kemaritiman di kawasan muara Sungai Batang Arau. Pemerintah Kota Padang mendorong kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), khususnya untuk mendukung pengembangan Maritim Center dan Marina Center sebagai fasilitas penunjang aktivitas kapal.

Ia berharap sinergi tersebut dapat mendorong penataan kawasan yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu menunjang kegiatan maritim dan perekonomian masyarakat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Novalino, Camat Padang Selatan Wilman Muctar, serta perwakilan Bappeda dan BPKAD Kota Padang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update