Notification

×

Iklan

Diduga Daki Gunung Singgalang Saat Ditutup, Polisi Turun Tangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:47 WIB Last Updated 2026-10-22T08:47:00Z

Gunung Singgalang

Agam, Rakyatterkini.com – Beredarnya foto dan dokumentasi perjalanan sekelompok orang yang diduga mendaki Gunung Singgalang ketika jalur pendakian masih ditutup menjadi perhatian publik. Dokumentasi tersebut muncul di media sosial Instagram pada 19 Oktober 2026.

Menindaklanjuti informasi itu, Kepolisian Sektor (Polsek) X Koto melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi pada Rabu (21/10/2026). Sementara itu, Pemerintah Nagari Pandai Sikek mengaku belum mengetahui adanya dugaan aktivitas pendakian yang disebut berlangsung pada 17 Oktober 2026.

Pihak nagari menduga kegiatan tersebut tidak terpantau oleh pemerintah setempat maupun masyarakat yang tinggal di sekitar jalur pendakian.

Dalam keterangannya, Pemerintah Nagari Pandai Sikek mengakui kemungkinan adanya pendaki yang memasuki kawasan tanpa terpantau petugas dan warga.

“Kami tidak memungkiri adanya pendaki nakal yang luput dari pantauan pihak wali nagari dan warga sekitar jalur pendakian. Kami sebelumnya juga tidak mengetahui kejadian aktivitas pendakian ilegal ini,” demikian pernyataan pemerintah nagari.

Pemerintah Nagari Pandai Sikek turut mengingatkan masyarakat dan para pendaki agar menaati aturan yang berlaku. Imbauan tersebut disampaikan menyusul penutupan jalur pendakian Gunung Singgalang oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat.

Di sisi lain, Polsek X Koto menyebut informasi mengenai dugaan pendakian tersebut baru diketahui pada 20 Oktober 2026 melalui pemberitaan InfoSumbar.net.

Setelah menerima informasi, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan mendatangi lokasi pada Rabu pagi untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

“Kami dari pihak kepolisian baru mengetahui adanya aktivitas pendakian ini kemarin. Kami juga telah melakukan pengecekan langsung pagi ini, namun baik pihak wali nagari maupun warga sekitar menyatakan tidak mengetahui aktivitas pendakian tersebut,” ungkap pihak Polsek X Koto.

Informasi awal yang disampaikan pelapor melalui media sosial InfoSumbar.net menyebutkan bahwa rombongan tersebut terdiri dari lima orang. Mereka diduga mendaki tanpa mengantongi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) dan tanpa didampingi pemandu resmi.

Meski demikian, dugaan tersebut masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah rombongan itu memiliki izin untuk memasuki kawasan konservasi tersebut.

Pelapor diketahui telah meneruskan informasi mengenai dugaan pendakian itu kepada BKSDA Sumatera Barat. InfoSumbar.net juga telah berupaya meminta penjelasan kepada pihak BKSDA melalui sambungan telepon.

Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari BKSDA terkait kebenaran aktivitas pendakian maupun kelengkapan dokumen perizinan rombongan yang dimaksud.

Sebelumnya, BKSDA Sumatera Barat melalui akun Instagram resminya, @bksda_sumbar, mengumumkan penutupan jalur pendakian di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang. Penutupan tersebut diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari upaya evaluasi serta pembenahan sarana dan prasarana untuk mendukung pengelolaan kawasan wisata alam.

BKSDA juga meminta masyarakat mematuhi ketentuan tersebut dan tidak memasuki kawasan yang jalur pendakiannya masih ditutup.

Sementara itu, dugaan pendakian Gunung Singgalang oleh rombongan tersebut masih menunggu penjelasan lebih lanjut, khususnya mengenai kepastian waktu kegiatan, status perizinan, serta dugaan pelanggaran terhadap ketentuan penutupan kawasan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update