Notification

×

Iklan

BNPT Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:28 WIB Last Updated 2026-10-28T21:28:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus meningkatkan langkah pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda melalui penguatan literasi, pendidikan, serta penyebarluasan wawasan kebangsaan di sekolah.

Kepala BNPT, Eddy Hartono, menyampaikan bahwa upaya tersebut menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam mencegah tindak pidana terorisme. Perhatian khusus diberikan terhadap penyebaran ideologi radikal melalui ruang digital yang dapat dengan mudah menjangkau generasi muda.

Eddy mengatakan hal itu di Bandarlampung, Rabu. Menurutnya, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman kebangsaan agar anak muda tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengarah pada radikalisme.

Ia menjelaskan, Indonesia telah memiliki dasar hukum dan kelembagaan untuk menangani ancaman terorisme. Salah satu landasan tersebut adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Terkait kondisi keamanan nasional, Eddy menilai situasi Indonesia saat ini berada dalam kategori waspada terkendali. Artinya, potensi ancaman tetap ada, tetapi penanganannya terus dilakukan melalui kehadiran dan peran aktif negara.

“Dalam konteks nasional, Indonesia berada dalam status waspada terkendali. Artinya, ancaman itu ada, sementara terkendali karena negara hadir,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman, pemerintah memperkuat sinergi antarlembaga. Sejumlah instansi yang terlibat antara lain BNPT, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Eddy menerangkan bahwa pencegahan radikalisme dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu deradikalisasi dan mitigasi. Deradikalisasi ditujukan kepada individu atau kelompok yang telah terpapar paham radikal, sedangkan mitigasi berfokus pada upaya mencegah penyebaran paham tersebut sejak awal.

Langkah mitigasi diwujudkan melalui pendidikan, sosialisasi, peningkatan literasi, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun daya tangkal generasi muda terhadap pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam pelaksanaannya, pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan untuk mendapatkan penguatan wawasan kebangsaan.

Program tersebut direncanakan menjangkau berbagai sekolah dengan dukungan sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar edukasi pencegahan radikalisme dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui program ini, BNPT berharap generasi muda memiliki pemahaman kebangsaan yang lebih kuat, kemampuan menyaring informasi, serta kesadaran untuk menolak penyebaran paham radikal. Dengan demikian, upaya pencegahan terorisme dapat dimulai sejak dini melalui lingkungan pendidikan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update