Notification

×

Iklan

Belum Diresmikan, NCH Sungai Duo Raup Omzet Rp950 Ribu

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:56 WIB Last Updated 2026-10-30T11:56:04Z


UMKM Dharmasraya Raup Rp950 Ribu Lewat Live TikTok

Dharmasraya, Rakyatterkini.com – Program Nagari Creative Hub (NCH) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, mulai memperlihatkan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Menariknya, manfaat program tersebut sudah dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meskipun belum diresmikan secara formal.

Salah satu buktinya datang dari pelaku UMKM yang berhasil memperoleh omzet hingga Rp950 ribu hanya dalam waktu satu jam melalui penjualan secara siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.

Pencapaian tersebut diraih Vera (45), pemilik usaha kriya fashion dengan merek Citra Batik Dharmasraya. Ia memasarkan berbagai produknya melalui akun TikTok NCH Sungai Duo dan mendapatkan respons positif dari calon pembeli.

Vera mengungkapkan, penjualan tersebut berlangsung ketika dirinya mencoba memanfaatkan fasilitas pemasaran digital yang disediakan oleh NCH.

“Baru sekitar satu jam melakukan live menggunakan akun TikTok NCH Sungai Duo, alhamdulillah hasilnya sudah terlihat. Omzet yang berhasil saya peroleh mencapai Rp950 ribu,” ujar Vera saat ditemui di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, keberadaan Nagari Creative Hub memberikan kesempatan besar bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan penjualan.

Ia menilai program tersebut sangat membantu, terutama bagi pengusaha lokal yang sebelumnya belum memiliki pengalaman memasarkan produk melalui media sosial. Selain menyediakan fasilitas promosi, NCH juga memberikan pendampingan melalui satuan tugas bersama organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).

Vera pun menyambut baik program tersebut karena dampak positifnya sudah dapat dirasakan sebelum acara peresmian yang dijadwalkan dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, pada Jumat malam (30/10).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat, Mahdianur, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah menetapkan 13 nagari sebagai lokasi pengembangan Nagari Creative Hub sejak 2025. Nagari Sungai Duo menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal.

Ia menyebutkan, NCH Sungai Duo saat ini telah mendampingi sembilan UMKM yang bergerak dalam sektor kriya fashion dan kuliner. Para pelaku usaha tersebut memperoleh dukungan untuk memasarkan produk, baik melalui penjualan secara langsung maupun memanfaatkan platform digital.

Salah satu sarana promosi yang digunakan adalah akun TikTok @nchlapaunagari.sungaiduo. Melalui akun tersebut, produk-produk UMKM setempat diperkenalkan kepada konsumen dengan jangkauan yang lebih luas.

“Program NCH diharapkan dapat membuka akses pemasaran yang lebih besar bagi UMKM. Pelaku usaha tidak hanya bergantung pada penjualan secara langsung, tetapi juga perlu memanfaatkan media digital agar produk mereka bisa dikenal oleh lebih banyak konsumen,” terang Mahdianur.

Tidak hanya berfokus pada pemasaran produk, Nagari Creative Hub Sungai Duo juga dipersiapkan sebagai pusat kegiatan ekonomi, kreativitas, dan pelestarian budaya masyarakat.

Salah satu agenda yang direncanakan adalah menggelar pertunjukan seni dan kegiatan budaya setiap Sabtu malam. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan penjualan bagi pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Selain itu, para pengusaha lokal juga akan mendapatkan kesempatan mempromosikan produknya melalui siaran langsung di berbagai platform digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk unggulan nagari kepada konsumen di luar daerah.

Melalui program Nagari Creative Hub, Pemprov Sumbar berharap pelaku UMKM semakin berkembang, memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi, serta mampu meningkatkan daya saing produk.

Dengan dukungan fasilitas dan pendampingan yang berkelanjutan, produk unggulan dari nagari diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen hingga tingkat nasional. (adpsb/bud)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update