Bukittinggi, Rakyatterkini.com– Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencegah stunting.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kota Bukittinggi, Kamis (22/10/2026).
Sosialisasi yang digelar bersama mitra kerja itu menyoroti sejumlah isu penting, mulai dari pembentukan keluarga berkualitas, pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin, pendampingan keluarga yang berisiko mengalami stunting, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam program kependudukan dan keluarga berencana.
Ade Rezki menekankan bahwa upaya membangun keluarga yang sehat dan berkualitas sebaiknya dilakukan sejak sebelum pasangan memasuki jenjang pernikahan. Menurutnya, calon pengantin perlu mempersiapkan diri melalui pemeriksaan kesehatan fisik, kondisi psikologis, serta pembekalan keagamaan.
Ia mendorong pasangan yang akan menikah memanfaatkan layanan pemeriksaan di puskesmas, termasuk konsultasi kesehatan dan psikologi. Sementara itu, pembekalan terkait kehidupan berumah tangga juga dapat dilakukan melalui Kantor Urusan Agama (KUA).
Ade menambahkan, dukungan terhadap pelaksanaan Program Bangga Kencana akan terus diperkuat pada 2027. Bentuk dukungan tersebut direncanakan mencakup alokasi anggaran bagi dinas dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas pendampingan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ade turut mengapresiasi capaian Kota Bukittinggi dalam menekan angka stunting. Berdasarkan data yang disampaikannya, prevalensi stunting di kota tersebut berada pada angka 16,8 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional yang mencapai 22,2 persen.
Ia juga menyampaikan bahwa Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh telah mencapai kondisi nol stunting. Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan melalui kerja sama pemerintah daerah, petugas kesehatan, kader, dan masyarakat.
Menurut Ade, upaya menurunkan angka stunting tidak boleh berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Selama masih terdapat anak yang mengalami stunting di Kota Bukittinggi, seluruh pihak harus tetap berkomitmen memberikan penanganan dan pendampingan yang diperlukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana tidak hanya berfokus pada pengaturan kelahiran. Program ini juga diarahkan untuk membangun keluarga yang sehat, sejahtera, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Susi menerangkan, pencegahan stunting dilaksanakan melalui pendampingan sejak masa persiapan pernikahan hingga anak memasuki usia balita. Kelompok yang menjadi sasaran meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu setelah melahirkan, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki bayi dan anak di bawah lima tahun.
Pendampingan tersebut bertujuan memastikan setiap keluarga memperoleh akses pelayanan kesehatan yang memadai serta mampu memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.
Selain itu, kader keluarga berencana memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi, mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan bantuan, dan menghubungkan masyarakat dengan penyuluh KB maupun instansi pemerintah terkait.
Susi menegaskan, keberhasilan Program Bangga Kencana memerlukan keterlibatan berbagai unsur, bukan hanya pemerintah. Keluarga, kader, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan media massa juga diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga sekaligus mempercepat pencegahan stunting.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia; Camat ABTB, Hendra Eka Putra; Kapolsek Bukittinggi, Iptu Alwadodi; serta Danramil 13 ABTB.(da*)


