Notification

×

Iklan

Ade Rezki Ajak Warga Baso Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:49 WIB Last Updated 2026-10-24T07:49:45Z

Sosialisasi Program JKN di Baso

Agam, Rakyatterkini.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengajak masyarakat di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan kesehatan saat dibutuhkan.

Ajakan tersebut disampaikan Ade dalam kegiatan sosialisasi program JKN bersama BPJS Kesehatan yang berlangsung di Pasar Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Ade, pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mengidentifikasi kemungkinan adanya penyakit yang belum menimbulkan gejala. Dengan deteksi lebih awal, potensi gangguan kesehatan diharapkan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

“Pemerintah pusat menghadirkan program Cek Kesehatan Gratis agar masyarakat bisa memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan ini dapat dilakukan setidaknya satu kali dalam setahun untuk mengetahui kondisi organ tubuh, baik yang terlihat dari luar maupun organ di dalam tubuh,” ujar Ade.

Ia berharap masyarakat tidak melewatkan kesempatan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan bukan hanya diperlukan ketika seseorang mengalami keluhan, tetapi juga perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat.

Ade menambahkan, kesadaran menjaga kesehatan harus diikuti dengan kepemilikan jaminan kesehatan yang memadai. Program JKN dinilai berperan penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama keluarga yang bergantung pada penghasilan satu orang pencari nafkah.

Apabila pencari nafkah mengalami sakit dan tidak dapat bekerja, keluarga berpotensi menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni berkurangnya pendapatan dan meningkatnya kebutuhan biaya pengobatan. Tanpa perlindungan kesehatan yang memadai, situasi tersebut dapat memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.

“Jaminan Kesehatan Nasional sangat penting. Bangsa yang maju dan negara yang kuat harus dimulai dari masyarakat yang sehat,” katanya.

Ia menegaskan, kesehatan menjadi salah satu faktor utama yang mendukung produktivitas masyarakat dalam bekerja, menjalankan aktivitas sehari-hari, serta memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh sebab itu, upaya meningkatkan kesadaran pemeriksaan kesehatan dan memperluas pemahaman mengenai akses layanan medis perlu terus dilakukan.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bukittinggi, Haris Prayudi, menerangkan bahwa program JKN dijalankan berdasarkan prinsip gotong royong. Melalui mekanisme tersebut, iuran yang dibayarkan peserta menjadi bagian dari pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta yang membutuhkan pengobatan.

“JKN merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong, ketika peserta yang sehat turut membantu peserta yang sedang sakit,” ungkap Haris.

Ia juga menjelaskan bahwa peserta JKN dapat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Dengan kemudahan tersebut, masyarakat tidak harus selalu mengandalkan kartu fisik untuk mengakses layanan kesehatan. Meski demikian, peserta tetap perlu memastikan kepesertaannya berstatus aktif serta memahami tahapan pelayanan yang harus dilalui, termasuk prosedur rujukan untuk memperoleh layanan lanjutan dalam kondisi non-darurat.

Haris menambahkan, fasilitas kesehatan memiliki kewajiban memberikan pelayanan kepada peserta JKN sesuai aturan yang ditetapkan. Ketentuan tersebut juga mencakup penanganan kondisi kegawatdaruratan medis yang memenuhi kriteria darurat.

“Setiap fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan kepada peserta JKN apabila kondisi yang dialami memenuhi kriteria kegawatdaruratan medis sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Selain memberikan pelayanan medis, fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan juga bertanggung jawab menyediakan obat berdasarkan indikasi serta kebutuhan medis peserta, dengan tetap mengacu pada ketentuan program JKN.

Lebih lanjut, Haris menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar peserta dapat memperoleh pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan setara. Peningkatan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta, tata cara mengakses pelayanan, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan medis.

Melalui kegiatan sosialisasi di Pasar Nagari Koto Tinggi, Ade Rezki Pratama bersama BPJS Kesehatan berharap masyarakat semakin memahami manfaat program JKN dan terdorong memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara optimal.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala yang disertai kepesertaan JKN aktif diharapkan dapat membantu masyarakat mendeteksi risiko penyakit lebih awal sekaligus memberikan perlindungan terhadap potensi beban biaya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update