Notification

×

Iklan

81 Tahun Sumbar, Mahyeldi Tekankan Ketangguhan Bencana

Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:30 WIB Last Updated 2026-10-01T07:30:00Z

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat pertemuan

Padang, Rakyatterkini.com — Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperingati Hari Jadi ke-81 pada 1 Oktober 2026. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas pembangunan manusia, hingga perbaikan tata kelola pemerintahan.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, berbagai capaian tersebut harus menjadi dasar untuk menghadirkan pembangunan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia menilai pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata diukur berdasarkan angka, tetapi juga harus memberikan peluang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup.

“Kita terus berupaya membangun perekonomian Sumbar yang kuat, sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya dari pertumbuhan ekonomi tersebut,” kata Mahyeldi di Padang, Kamis (1/10/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Sumbar pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Sementara itu, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2026 mencapai 4,77 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II 2025 yang berada di level 3,70 persen.

Dari aspek kesejahteraan masyarakat, jumlah penduduk miskin di Sumbar pada Maret 2026 tercatat sebanyak 311,14 ribu orang atau 5,27 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan September 2025.

Perbaikan juga terlihat pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 turun menjadi 5,51 persen. Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja mencapai sekitar 3,06 juta orang, bertambah 85,75 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar pada 2025 tercatat 77,27, naik dari 76,43 pada 2024. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan pada aspek kesehatan, pendidikan, serta standar kehidupan masyarakat.

Meski demikian, Mahyeldi mengingatkan bahwa pembangunan di Sumbar harus disesuaikan dengan kondisi geografis daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah daerah pada akhir 2025, menurutnya, menjadi pengingat penting agar pembangunan ekonomi dibarengi dengan peningkatan kapasitas menghadapi bencana.

“Sumbar harus terus menjadi daerah yang responsif dalam menghadapi bencana. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, serta seluruh lembaga terkait terus kita perkuat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumbar terus melakukan sejumlah langkah untuk memperkuat ketangguhan daerah. Di antaranya melalui peningkatan sistem penanggulangan bencana, penyusunan standar operasional prosedur di berbagai klaster kebencanaan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi untuk memantau proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Mahyeldi menjelaskan, ketangguhan daerah bukan hanya berkaitan dengan kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam melakukan evakuasi ketika bencana terjadi. Pemulihan kehidupan warga, keberlangsungan kegiatan ekonomi, serta upaya mengurangi risiko bencana di masa mendatang juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan.

Pada sektor pemerintahan, Pemprov Sumbar kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Dengan capaian tersebut, Sumbar telah memperoleh WTP sebanyak 14 kali secara berturut-turut.

Prestasi itu dinilai menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Pengembangan ekonomi syariah juga terus mendapat perhatian. Dalam Anugerah Adinata Syariah 2026, Sumbar mencatat sejumlah capaian di tingkat nasional, yakni peringkat kedua untuk kategori Rencana Aksi Daerah, peringkat kelima kategori Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, serta peringkat keempat kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Provinsi.

Memasuki usia 81 tahun, Mahyeldi menyebut pembangunan Sumbar ke depan perlu lebih diarahkan pada sektor-sektor yang mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pertanian, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pariwisata, industri pengolahan, ekonomi kreatif, serta perdagangan.

“Memaknai nilai perjuangan masa lalu harus kita terjemahkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta percepatan transformasi digital,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi turut menyampaikan penghargaan kepada Presiden dan Wakil Presiden RI, tokoh masyarakat, para pejuang, serta generasi muda yang selama ini ikut berkontribusi membawa nama Sumatera Barat di tingkat nasional maupun internasional.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden RI, Wakil Presiden RI, seluruh tokoh, para pejuang masa lalu dan sekarang, serta generasi muda yang selalu berjuang dan bangga atas keberadaan Sumatera Barat di pentas nasional dan global, baik yang berada di rantau maupun di Ranah Minang,” ungkapnya.

Ia berharap peringatan Hari Jadi Sumbar ke-81 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali hasil pembangunan sekaligus menyusun langkah yang lebih kuat untuk masa depan.

“Usia 81 tahun harus menjadi momentum untuk terus bergerak maju. Kita ingin ekonomi masyarakat semakin kuat, kualitas sumber daya manusia meningkat, pelayanan publik semakin baik, dan Sumbar semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya.(adpsb)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update