Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebanyak 30 santri tingkat akhir Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, mengikuti kunjungan edukasi ke Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kegiatan ini digelar untuk memberikan gambaran langsung kepada para santri mengenai dunia perguruan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pondok pesantren dan universitas.
Rombongan dipimpin Mudir Pondok, Ustadz Dafri Harweli, dengan didampingi tujuh orang guru. Setibanya di Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta, rombongan disambut oleh perwakilan Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Bagian Kerja Sama universitas.
Dalam sambutannya, Dafri menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan berharga bagi para santri untuk mengenal lingkungan pendidikan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan semangat santri untuk meneruskan pendidikan ke jenjang universitas tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Kami ingin santri melihat secara langsung perkembangan kampus Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang modern dan memiliki perhatian besar terhadap bidang kesehatan. UNISA Yogyakarta menjadi salah satu pilihan untuk mendorong mereka melanjutkan pendidikan tinggi dengan tetap mempertahankan identitas keislaman,” ujar Dafri.
Dalam sesi pengenalan kampus, pihak UNISA Yogyakarta memaparkan berbagai program studi unggulan, termasuk yang berada di bawah Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Fakultas tersebut mengusung semangat One For All dan menaungi tiga program studi, yakni S1 Arsitektur dengan akreditasi B, S1 Bioteknologi dengan akreditasi B, serta S1 Teknologi Informasi dengan akreditasi Baik Sekali.
Khusus Program Studi Teknologi Informasi, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang mencakup pemrograman, keamanan siber, hingga pengembangan kecerdasan buatan. Selain bidang teknologi, para santri juga diperkenalkan dengan pilihan studi di Fakultas Ilmu Kesehatan, termasuk program Keperawatan dan Kebidanan hingga jenjang magister.
Tim PMB UNISA turut memberikan penjelasan mengenai tata cara penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026/2027. Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran melalui situs resmi pmb.unisayogya.ac.id. Adapun proses seleksi menggunakan Tes Potensi Akademik (TPA) berbasis Computer-Based Test (CBT), yang bisa dilaksanakan secara daring maupun langsung di kampus.
Tidak hanya informasi akademik, peserta kunjungan juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai skema bantuan pendidikan. Beberapa di antaranya adalah Beasiswa Ikatan Persyarikatan (BIP) untuk kader aktif Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an dengan hafalan sekurang-kurangnya dua juz, Beasiswa Prestasi, Beasiswa Al-Ma’un, Beasiswa Kemitraan Persyarikatan, serta program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Agenda berikutnya diisi dengan diskusi mengenai kemungkinan kerja sama antara Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak dan UNISA Yogyakarta. Pembahasan mencakup pembinaan lanjutan bagi alumni pesantren, pengenalan program kampus kepada masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota, serta peluang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dan praktik lapangan mahasiswa UNISA di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang pilihan pendidikan tinggi sekaligus termotivasi untuk mempersiapkan masa depan melalui pendidikan lanjutan.
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama dan tur kampus. Dalam kesempatan itu, para santri berkesempatan melihat sejumlah fasilitas penunjang pendidikan, seperti laboratorium kesehatan, perpustakaan, dan asrama mahasiswa.(da*)


