Notification

×

Iklan

Waspadai Gejala Gangguan Prostat pada Pria

Minggu, 13 September 2026 | 18:29 WIB Last Updated 2026-09-13T11:29:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kesehatan prostat kerap luput dari perhatian banyak pria. Padahal, prostat memiliki peran penting dalam sistem reproduksi dan sejumlah masalah pada organ tersebut dapat terjadi seiring pertambahan usia. Salah satu kondisi yang paling sering ditemukan adalah pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH).

BPH bukan merupakan kanker. Namun, pembesaran prostat dapat menekan saluran urine sehingga mengganggu proses buang air kecil dan menimbulkan sejumlah keluhan.

Masalah pada prostat terkadang diawali dengan gejala yang dianggap biasa. Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain frekuensi buang air kecil yang semakin sering, terutama pada malam hari, kesulitan memulai aliran urine, pancaran urine yang melemah, urine yang masih menetes setelah selesai buang air kecil, hingga muncul sensasi bahwa kandung kemih belum benar-benar kosong.

Selain BPH, pria juga perlu mengenali risiko kanker prostat. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, Indonesia mencatat sekitar 13.130 kasus baru kanker prostat. Angka tersebut menempatkan kanker prostat sebagai salah satu jenis kanker yang banyak ditemukan pada pria.

Kementerian Kesehatan RI juga mencatat bahwa berdasarkan salah satu kajian terhadap pasien di tiga rumah sakit pusat pendidikan, sebanyak 59,3 persen kasus kanker prostat baru diketahui ketika penyakit telah berada pada stadium lanjut.

Meski demikian, munculnya gangguan saat buang air kecil tidak selalu menandakan adanya penyakit prostat. Namun, perubahan pola buang air kecil yang berlangsung terus-menerus tetap perlu diperhatikan. Jika keluhan menetap, pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah yang penting.

Kanker prostat memiliki tantangan tersendiri karena pada fase awal penyakit ini dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Oleh sebab itu, menunggu hingga keluhan muncul bukan cara yang tepat untuk mengetahui kondisi prostat.

Risiko kanker prostat juga cenderung meningkat dengan bertambahnya usia. Faktor keturunan atau adanya anggota keluarga yang pernah mengalami kanker prostat turut menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Pria yang memiliki faktor risiko tersebut disarankan lebih proaktif berkonsultasi dengan dokter mengenai pemeriksaan yang diperlukan.

Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan dalam proses evaluasi adalah tes Prostate-Specific Antigen (PSA). Kendati demikian, hasil PSA tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan seseorang mengalami kanker prostat. Dokter akan mempertimbangkan hasil pemeriksaan tersebut bersama kondisi dan faktor risiko lainnya.

Peringatan World Prostate Awareness menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan prostat. Upaya menjaga kesehatan sebaiknya dilakukan sebelum gangguan mulai menghambat aktivitas sehari-hari.

Mengenali perubahan kondisi tubuh, menjalani pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sesuai dengan faktor risiko merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan prostat.

Bagi pria yang telah memasuki kelompok usia berisiko maupun memiliki riwayat keluarga terkait penyakit prostat, konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan jenis pemeriksaan yang paling sesuai.

Dalam rangka mendukung kesadaran tersebut, Prodia menghadirkan promo khusus World Prostate Awareness selama September 2026. Masyarakat dapat memperoleh potongan harga 20 persen* untuk pemeriksaan terkait prostat di Prodia Lab dan Klinik.

Tidak perlu menunggu keluhan semakin mengganggu sebelum mulai memperhatikan kesehatan prostat. Pemeriksaan dapat dilakukan di Prodia terdekat atau dengan melakukan reservasi melalui WhatsApp Kontak Prodia di 0855 1500 830 maupun aplikasi U by Prodia.

Mari tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan prostat dan lakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan serta faktor risiko masing-masing.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update