Padang, Rakyatterkini.com — Sejumlah wartawan bersama mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Eka Sakti (Unes) Padang menggelar aksi sosial dengan membagikan masker kepada masyarakat, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi udara di sejumlah daerah Sumatera Barat yang terdampak kabut asap, termasuk Kota Padang.
Pembagian masker berlangsung pada waktu istirahat siang di kawasan persimpangan lampu merah Masjid Raya Khatib Al Minangkabawi. Para mahasiswa dan wartawan menyasar pengendara serta warga yang melintas di lokasi tersebut.
Ketua BEM Fakultas Hukum Unes Padang, Aryasuta Taharman, mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai respons atas kondisi kualitas udara yang dinilai semakin memburuk.
Menurutnya, masker yang diberikan bukan sekadar untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap, tetapi sekaligus menjadi media edukasi agar warga lebih memperhatikan kesehatan ketika kualitas udara menurun.
"Hari ini kami dari BEM Fakultas Hukum Unes bersama wartawan membagikan masker sebagai bentuk perlindungan sekaligus edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap," kata Aryasuta.
Ia menilai perkembangan kualitas udara di Sumatera Barat, terutama di Kota Padang, perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Karena itu, menurutnya, diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
"Kualitas udara dari hari ke hari terus menurun. Kondisi ini tentu membutuhkan aksi nyata untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 500 masker dibagikan kepada masyarakat yang berada di kawasan tersebut.
Aryasuta berharap aksi sosial itu dapat menginspirasi organisasi mahasiswa lainnya untuk turut mengambil peran dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan kabut asap.
"Kami membagikan sekitar 500 masker. Mudah-mudahan setelah ini BEM-BEM lainnya juga ikut turun dan melakukan kegiatan serupa," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang wartawan yang terlibat dalam kegiatan, Topik, menyambut baik inisiatif BEM Fakultas Hukum Unes tersebut.
Ia mengatakan persoalan kabut asap tidak cukup hanya disampaikan melalui pemberitaan. Masyarakat juga membutuhkan edukasi secara langsung agar memahami risiko kesehatan dan langkah perlindungan yang dapat dilakukan ketika kualitas udara memburuk.
"Menurut kami, kegiatan seperti ini penting. Wartawan bukan hanya bertugas menyampaikan informasi lewat pemberitaan, tetapi juga dapat berkontribusi memberikan edukasi ketika ada persoalan yang berdampak langsung kepada masyarakat," ujar Topik.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pemerintah, organisasi kemahasiswaan, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat untuk melakukan langkah serupa.
Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh pemahaman langsung mengenai cara menjaga diri ketika kondisi udara tidak sehat.
"Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui persoalan kabut asap melalui berita. Edukasi langsung juga diperlukan, termasuk mengenai cara melindungi diri saat kualitas udara memburuk," katanya.
Topik menilai pembagian masker merupakan aksi sederhana, namun memiliki pesan penting bahwa persoalan kualitas udara merupakan tanggung jawab bersama.
"Semoga gerakan ini bisa terus meluas. Tidak hanya BEM Unes, tetapi juga organisasi mahasiswa lain, instansi pemerintah, dan elemen masyarakat dapat ikut turun memberikan edukasi kepada warga," pungkasnya.(da*)


