Notification

×

Iklan

UPZ BAZNAS Semen Padang Bantu Usaha Rika

Minggu, 20 September 2026 | 18:29 WIB Last Updated 2026-09-20T11:29:00Z

Usaha Sarapan Pagi

Padang, Rakyatterkini.com — Usaha sarapan pagi milik Rika Hijra (47) di Jalan Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, menjadi bukti perjuangan keluarga dalam melewati berbagai tantangan ekonomi.

Bersama suaminya, Kurniawan Eka Putra (50), Rika mulai merintis usaha tersebut pada 2020. Berawal dari usaha sederhana dengan modal terbatas, bisnis kuliner itu kini berkembang dan menjadi sumber pendapatan utama bagi keluarga mereka.

Perjalanan Rika membangun usaha tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19. Pada tahun yang sama ketika usaha tersebut dimulai, Kurniawan yang sebelumnya bekerja di salah satu hotel di Kota Padang terkena pemutusan hubungan kerja.

Hilangnya sumber penghasilan membuat pasangan tersebut harus memikirkan cara agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Mereka bahkan sempat berencana kembali ke kampung halaman di Alahan Panjang, Kabupaten Solok.

Namun, Rika memilih mencoba peruntungan dengan membuka usaha makanan. Bermodalkan kemampuan memasak dan dana seadanya, ia mulai menjual sejumlah menu sarapan di Jalan Sutomo, seperti lontong pical, lontong gulai paku, gulai cubadak, serta berbagai hidangan lainnya.

Pada tahap awal, seluruh kegiatan usaha dikerjakan Rika bersama suaminya. Mereka berbagi tugas, mulai dari membeli dan menyiapkan bahan, memasak, melayani pembeli, hingga membereskan perlengkapan setelah berjualan.

Usaha tersebut kemudian perlahan dikenal pelanggan. Hanya sekitar tiga bulan setelah beroperasi, Rika dan Kurniawan sudah mampu mempekerjakan seorang karyawan untuk membantu menjalankan usaha.

Bisnis sarapan itu terus mengalami perkembangan. Memasuki tahun keenam, Rika kini dibantu empat pekerja dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Cobaan kembali dihadapi keluarga tersebut pada Januari 2026. Kurniawan mengalami stroke sehingga tidak lagi dapat membantu usaha secara maksimal seperti sebelumnya. Situasi itu membuat Rika harus mengambil tanggung jawab lebih besar agar bisnis yang telah dibangun tetap berjalan.

Meski menghadapi kondisi tersebut, Rika bersyukur usahanya bersama sang suami tetap bertahan. Pendapatan dari berjualan makanan kini digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan kedua anak mereka. Putra mereka sedang berkuliah, sedangkan putri mereka masih berstatus sebagai pelajar SMA.

“Alhamdulillah, sejak memulai usaha hingga sekarang memasuki tahun keenam, usaha kami terus berkembang dan omzet juga mengalami peningkatan,” kata Rika saat melayani pembeli yang memesan lontong gulai paku.

Dalam upaya memperkuat usahanya, Rika dan Kurniawan juga memperoleh bantuan dari Unit Pengumpulan Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ BAZNAS) Semen Padang.

Dukungan tersebut diberikan berupa satu unit gerobak usaha serta berbagai peralatan memasak yang dapat menunjang aktivitas berjualan.

Bagi Rika, bantuan tersebut bukan hanya memberikan tambahan fasilitas untuk menjalankan usaha, tetapi juga menjadi dorongan moral agar dirinya terus mempertahankan bisnis yang dibangun bersama suami dari awal.

“Terima kasih banyak kepada UPZ BAZNAS Semen Padang yang telah membantu usaha kami. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang usaha,” ujarnya.

Salah seorang pelanggan yang telah membeli makanan Rika sejak awal, Erwandi, mengatakan dirinya tetap menjadi pelanggan karena cita rasa masakan yang disajikan sesuai dengan seleranya.

Menurutnya, gulai pakis menjadi salah satu menu yang disukai. Ia juga menilai rasa makanan di tempat tersebut tetap terjaga.

“Masakannya sesuai selera. Gulai pakisnya juga enak,” kata Erwandi.

Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang, Akmal, menjelaskan bahwa bantuan kepada Rika Hijra dan Kurniawan Eka Putra merupakan bagian dari program ekonomi UPZ BAZNAS Semen Padang.

Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang telah memiliki usaha agar mampu meningkatkan kemandirian dan kondisi ekonomi keluarganya.

Akmal menyebut terdapat sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan penerima bantuan. Di antaranya, usaha yang dijalankan sudah berjalan, adanya kerja sama antara suami dan istri, memiliki tanggungan keluarga, serta mempunyai keseriusan dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha.

“Kami melihat mereka sudah mempunyai usaha, suami dan istri saling mendukung, memiliki tanggungan keluarga, serta menunjukkan kesungguhan dalam menjaga usahanya,” tutur Akmal.

Selain memberikan bantuan berupa gerobak dan peralatan memasak, UPZ BAZNAS Semen Padang juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan usaha penerima manfaat.

Monitoring tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan bisnis sekaligus memastikan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Bantuan awal berupa gerobak dan perlengkapan memasak. Setelah itu kami tetap melakukan monitoring agar usaha penerima manfaat dapat terus berkembang,” katanya.

Akmal menambahkan, dana zakat yang dihimpun dari para karyawan dapat disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah membantu pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Zakat yang dihimpun dari karyawan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan manfaat tersebut bisa terus dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan kisah Rika dan suaminya merupakan salah satu contoh pemanfaatan dana zakat yang dikelola melalui UPZ BAZNAS Semen Padang.

Ia menjelaskan, program pemberdayaan tersebut tidak hanya berorientasi pada bantuan untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga diarahkan untuk membantu penerima manfaat mengembangkan usaha sehingga kondisi ekonomi keluarga dapat semakin kuat.

“Ini menjadi bukti bahwa program yang dijalankan UPZ BAZNAS Semen Padang tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya,” ujar Win.

Perjalanan Rika memperlihatkan bagaimana usaha kecil yang dibangun dari kondisi terbatas dapat berkembang melalui ketekunan, kerja keras, dan dukungan yang tepat.

Dari awalnya hanya dijalankan berdua bersama suami pada 2020, usaha sarapan tersebut kini mampu mempekerjakan empat orang sekaligus menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Di tengah proses pemulihan Kurniawan setelah mengalami stroke, Rika tetap menjalankan usahanya. Setiap pagi, ia kembali menyiapkan berbagai menu makanan dan melayani pelanggan seperti yang telah dilakukannya selama enam tahun terakhir.

Bagi Rika, tempat usaha sederhana di Jalan Sutomo bukan sekadar lokasi untuk berjualan makanan. Usaha tersebut menjadi simbol perjuangan keluarga untuk bangkit setelah kehilangan pekerjaan, sekaligus menjadi sumber penghidupan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update