Notification

×

Iklan

Volkswagen Usulkan PHK 4.100 Pekerja Porsche

Minggu, 20 September 2026 | 18:49 WIB Last Updated 2026-09-20T11:49:00Z

Sekitar 4.100 pekerja Porsche terancam PHK

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sekitar 4.100 pekerja Porsche berpotensi terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam rencana restrukturisasi yang tengah disiapkan Volkswagen. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menekan biaya operasional Porsche yang diperkirakan mencapai 700 juta euro.

Mengutip Handelsblatt, dokumen terbaru hasil pembahasan dewan pengawas Volkswagen memuat usulan pengurangan sekitar 4.100 posisi pekerjaan di Porsche. Jumlah tersebut merupakan tambahan dari rencana pengurangan tenaga kerja yang sebelumnya telah disepakati antara manajemen dan perwakilan pekerja.

Pada Juli 2026, Porsche dan perwakilan karyawan telah menyetujui pengurangan tenaga kerja tambahan sekitar 5.000 orang. Sebelumnya, kedua pihak juga sudah mencapai kesepakatan terkait pengurangan sekitar 4.000 pekerja.

Jika usulan terbaru Volkswagen direalisasikan, total posisi pekerjaan yang telah disepakati untuk dikurangi maupun masih dalam tahap usulan akan mencapai jumlah yang cukup besar. Handelsblatt melaporkan, keseluruhan pengurangan tersebut setara dengan sekitar 20 persen dari tenaga kerja Porsche di Stuttgart hingga 2035.

Meski demikian, rencana pengurangan 4.100 pekerja tersebut belum menjadi keputusan akhir. Usulan itu masih berasal dari Volkswagen selaku perusahaan induk Porsche dan harus melalui proses lebih lanjut sebelum dapat diterapkan.

Restrukturisasi ini dilakukan setelah Volkswagen kembali merevisi turun proyeksi margin laba untuk tahun berjalan. Pada Jumat, perusahaan memangkas target margin maksimal menjadi 1 persen, dari sebelumnya yang dipatok antara 4 persen hingga 5,5 persen.

Revisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh penurunan nilai aset Porsche. Situasi itu semakin meningkatkan tekanan terhadap CEO Porsche Michael Leiters untuk merancang langkah pemulihan kinerja perusahaan.

Selain persoalan internal, Porsche juga menghadapi pelemahan penjualan di pasar China. Produsen mobil sport asal Jerman itu pada saat yang sama tengah melakukan penyesuaian strategi kendaraan listrik (EV), yang membutuhkan investasi dan biaya cukup besar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update