Jakarta, Rakyatterkini.com – Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan MotoGP Mandalika 2026 mulai terlihat dari penjualan tiket. Hingga awal September, tiket untuk balapan yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah terjual hampir separuh dari total yang tersedia. Sementara itu, gelaran balap motor tersebut masih menyisakan waktu sekitar 37 hari.
Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Warokka menyebut perkembangan penjualan tiket menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini. Ia optimistis permintaan tiket akan terus bertambah hingga mendekati hari perlombaan.
"Pergerakan tiket yang juga sudah hampir 50 persen dan saya rasa dengan sisa waktu 37 hari ini ke depan akan lebih baik," ujar Troy usai menghadiri Penandatanganan MoU Kolaborasi dan Sinergi Bisnis untuk mendukung Pertamina Grand Prix Indonesia of MotoGP 2026 di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut Troy, salah satu daya tarik utama MotoGP Mandalika 2026 adalah kehadiran dua pembalap Indonesia yang akan berlaga di ajang tersebut. Kehadiran pembalap lokal diyakini dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk datang langsung dan memberikan dukungan dari tribun sirkuit.
Ia mengungkapkan, tiket kategori early bird bahkan telah habis hanya dalam waktu sekitar satu pekan setelah resmi dijual. Saat ini, penjualan telah memasuki tahap pre-sale kedua.
"Artinya mereka punya semangat untuk nonton. Dan sekarang sudah masuk ke pre-sale kedua," katanya.
Selain faktor pembalap Indonesia, persaingan di antara para rider papan atas juga diprediksi menjadi alasan lain yang membuat MotoGP Mandalika menarik perhatian. Marc Marquez menjadi salah satu nama besar yang turut menjadi sorotan menjelang seri balapan di Lombok.
Troy menilai daya tarik MotoGP tidak hanya berasal dari pembalap lokal maupun nama-nama besar. Munculnya pembalap baru yang secara mengejutkan mampu bersaing juga dapat menjadi bagian dari daya tarik perlombaan.
ITDC sendiri memasang target sekitar 145 ribu penonton untuk MotoGP Mandalika 2026. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 140 ribu penonton.
Pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun lalu, ajang tersebut diperkirakan memberikan dampak ekonomi hingga sekitar Rp4,9 triliun. ITDC berharap kontribusi ekonomi tahun ini dapat kembali meningkat seiring bertambahnya jumlah penonton.
"Tahun ini yang pasti kita berharap lebih tinggi. Karena sesungguhnya, sampai di tahun ini dukungan pemerintah lebih baik," tutur Troy.
Akomodasi Mulai Dipadati Wisatawan
Tingginya minat terhadap MotoGP Mandalika juga mulai memberikan tekanan terhadap ketersediaan tempat menginap. ITDC menyebut kapasitas akomodasi di sekitar kawasan Mandalika semakin terbatas sehingga diperlukan berbagai pilihan penginapan tambahan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan penonton, ITDC menjalin kerja sama dengan sejumlah pelaku usaha di bidang transportasi dan pariwisata. Kerja sama tersebut melibatkan maskapai penerbangan, perusahaan perjalanan wisata, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), hingga penyedia akomodasi alternatif.
Tambahan penerbangan menuju Lombok juga disiapkan sebagai salah satu langkah untuk menghadapi peningkatan jumlah penumpang. Berkaca pada pelaksanaan tahun sebelumnya, penerbangan tambahan bahkan masih diperlukan hingga dua hari setelah balapan berakhir.
Di sisi penginapan, sejumlah alternatif mulai disiapkan, antara lain camping ground, hotel, guest house, serta paket perjalanan yang menggabungkan tiket MotoGP dengan transportasi dan akomodasi.
Troy mengatakan dampak tingginya permintaan penginapan kini tidak hanya dirasakan di kawasan Mandalika. Sejumlah daerah lain di Lombok, seperti Senggigi dan Mataram, juga mulai merasakan peningkatan aktivitas wisatawan.
"Mandalika sudah hampir 100 persen, sudah sampai berdampak ke Senggigi. Jadi artinya ini pergerakan cukup bagus, Mataram sudah pasti berdampak," ujarnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan MotoGP tidak hanya berdampak pada kawasan Sirkuit Mandalika. Kehadiran ribuan penonton turut menggerakkan sektor pariwisata, transportasi, serta usaha akomodasi di berbagai wilayah NTB.
Dengan penjualan tiket yang telah mendekati 50 persen dan target 145 ribu penonton, ITDC kini terus mematangkan berbagai persiapan. MotoGP Mandalika 2026 diharapkan mampu kembali menjadi penggerak pariwisata sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di Nusa Tenggara Barat.(da*)


