Notification

×

Iklan

Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

Rabu, 02 September 2026 | 02:16 WIB Last Updated 2026-09-01T19:17:25Z

Seratusan santri dievakuasi ke sejumlah rumah sakit

Jakarta, Rakyatterkini.com – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan, Selasa (1/9/2026) malam.

Para santri sebelumnya menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah santri mulai mengeluhkan berbagai gejala, seperti mual, pusing, dan muntah.

Keluhan tersebut mulai muncul sekitar waktu salat Asar. Kondisi sebagian santri kemudian semakin melemah hingga selepas Magrib. Melihat banyak santri mengalami gejala serupa, pengurus pesantren segera menghubungi ambulans untuk mengevakuasi mereka ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Ketua Asrama Putra Ponpes Manbaul Hikam, Ferdiansyah, membenarkan bahwa para santri mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi.

Menurutnya, makanan tersebut merupakan paket MBG yang dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

"Makanan yang dikonsumsi berasal dari paket MBG yang dikirim SPPG Kalitengah," kata Ferdiansyah.

Ia memastikan kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Seluruh santri yang mengalami keluhan telah dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis.

"Kami pastikan seluruh santri yang mengalami gejala telah dievakuasi dan tidak ada yang meninggal dunia," ujarnya.

Sementara itu, kondisi IGD RSUD Notopuro Sidoarjo terlihat dipadati para santri yang tiba secara bertahap menggunakan ambulans. Sejumlah santri tampak dalam kondisi lemas saat menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Bupati Sidoarjo H Subandi bersama Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing turut mendatangi RSUD Notopuro. Keduanya memantau langsung proses penanganan para santri sekaligus memastikan pelayanan medis berjalan secara optimal.

Subandi menyampaikan, hingga Selasa malam sekitar 200 santri telah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena proses evakuasi dari lingkungan pesantren masih dilakukan.

"Sampai malam ini sekitar 200 santri sudah masuk rumah sakit. Semuanya telah mendapat penanganan dari tim medis dan proses penanganan darurat terus kami optimalkan," ujar Subandi.

Untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, Satreskrim Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan. Polisi juga telah mengamankan sampel makanan dari SPPG Kalitengah untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat mengungkap apakah terdapat kandungan zat tertentu dalam makanan yang menjadi penyebab para santri mengalami dugaan keracunan massal.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update