Notification

×

Iklan

Sumbar Waspada Cuaca Ekstrem hingga 1 Oktober

Selasa, 29 September 2026 | 03:24 WIB Last Updated 2026-09-28T20:24:00Z

Longsor adalah salah satu bencana hidrologi akibat cuaca buruk \

Padang, Rakyatterkini.com– Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Barat selama periode 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan analisis terhadap perkembangan dinamika atmosfer terbaru. Sejumlah fenomena atmosfer terpantau aktif dan berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan, di antaranya Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, serta Gelombang Rossby Equatorial.

Selain itu, terdapat daerah konvergensi dan belokan angin atau shearline yang aktif di wilayah Sumatera Barat. Kondisi atmosfer tersebut turut didukung oleh anomali positif suhu muka laut di perairan sebelah barat Sumatera Barat.

Kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah daerah.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, meminta masyarakat serta seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Ancaman yang perlu diantisipasi antara lain banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan khususnya di wilayah dengan kategori peringatan dini level Siaga dan Waspada selama periode 29 September–1 Oktober 2026,” ujar Decky dalam keterangan resminya, Senin (28/9/2026).

Wilayah yang berada dalam kategori Siaga meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Agam, dan Pesisir Selatan.

Sementara itu, daerah yang masuk kategori Waspada mencakup Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Pasaman, Limapuluh Kota, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, Kabupaten Solok, serta wilayah sekitarnya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar mengetahui lokasi-lokasi yang memiliki potensi rawan bencana di sekitar tempat tinggal maupun aktivitas mereka.

Warga juga diminta rutin memantau perkembangan informasi cuaca sebelum bepergian atau melakukan kegiatan di luar rumah. Jika hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama, masyarakat disarankan segera menjauh dari lokasi yang berpotensi terdampak dan menuju tempat yang lebih aman.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika terjadi kenaikan debit maupun permukaan air sungai. Masyarakat di sekitar lereng dan kawasan rawan longsor juga diminta mengantisipasi kemungkinan adanya material longsoran.

Jika bencana terjadi, warga diimbau segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang dan mengikuti instruksi petugas di lapangan.

Informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan peringatan dini di Sumatera Barat dapat dipantau melalui aplikasi InfoBMKG untuk Android dan iOS, akun Instagram @bmkgminangkabau, serta layanan WhatsApp di nomor 0812-6812-5907.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update