Notification

×

Iklan

Sumbar Perkuat Kesiapsiagaan Tsunami Lewat Gladi Bencana di Pariaman

Rabu, 02 September 2026 | 05:28 WIB Last Updated 2026-09-01T22:28:00Z

Rapat teknis teknis pelaksanaan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Tsunami

Pariaman, Rakyatterkini.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus meningkatkan kesiapan menghadapi potensi tsunami dengan menggelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Tsunami di Kota Pariaman pada 29–30 September 2026.

Kegiatan yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat itu tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Seluruh BPBD kabupaten dan kota di Sumatera Barat juga dilibatkan untuk memperkuat koordinasi serta sistem penanganan bencana antardaerah.

Pariaman dipilih sebagai lokasi pelaksanaan gladi karena wilayah tersebut berada di kawasan pesisir yang langsung menghadap laut lepas. Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di area Lapangan Parkir Josal Football Academy.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat, Erasukma Munaf, menilai simulasi sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui tindakan yang tepat ketika terjadi gempa bumi yang berpotensi diikuti tsunami.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman warga, terutama terkait langkah penyelamatan, jalur evakuasi, serta tindakan yang perlu dilakukan ketika ancaman tsunami muncul.

“Melalui simulasi ini, kami berharap masyarakat Pariaman semakin memahami tindakan yang harus dilakukan, termasuk arah evakuasi untuk menyelamatkan diri apabila bencana terjadi,” ujar Erasukma dalam rapat teknis persiapan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Tsunami, Selasa (1/9/2026).

Menurut Erasukma, kesiapan menghadapi bencana harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, penguatan kapasitas tidak cukup hanya dilakukan di wilayah yang menjadi tempat simulasi, tetapi juga perlu didukung oleh daerah lain agar respons terhadap bencana besar dapat dilakukan secara terpadu.

Ia pun mengimbau seluruh BPBD kabupaten dan kota di Sumatera Barat ikut mengambil bagian dalam gladi tersebut. Terdapat tujuh wilayah pesisir yang menjadi perhatian utama, yakni Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Kepulauan Mentawai, dan Pasaman Barat.

Sementara itu, daerah yang tidak menjadi wilayah terdampak dapat berfungsi sebagai daerah penyangga. Peran tersebut diperlukan untuk membantu wilayah yang terkena bencana melalui pengerahan personel, peralatan, logistik, tenaga kesehatan, hingga kebutuhan operasional lainnya.

“BPBD dari daerah lain juga dapat berpartisipasi sebagai daerah penyangga. Apabila bencana yang dikhawatirkan terjadi, daerah-daerah yang tidak terdampak akan berperan memberikan dukungan,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumatera Barat, Rezky Hidayat, menerangkan bahwa pelaksanaan gladi dibagi menjadi dua agenda utama.

Pada 29 September, peserta akan mendapatkan pembekalan dan materi terkait kesiapsiagaan bencana. Sementara simulasi atau latihan utama dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026.

“Gladi direncanakan berlangsung pada 29–30 September 2026. Hari pertama diisi dengan sesi materi, sedangkan puncak simulasi dilaksanakan pada hari kedua,” jelas Rezky.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dan berbagai unsur penanggulangan bencana akan dilatih mengenali jalur evakuasi, lokasi titik kumpul, serta prosedur penyelamatan yang harus dilakukan setelah terjadi gempa bumi dan adanya peringatan tsunami.

Gladi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat Sumatera Barat. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat dan menjadi momentum untuk mengenang 17 tahun tragedi gempa besar yang melanda Sumatera Barat pada September 2009.

BPBD Sumatera Barat berharap latihan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, relawan, serta berbagai lembaga terkait tersebut dapat memperkuat koordinasi ketika menghadapi kondisi darurat.

Kesiapsiagaan yang dibangun secara bersama dinilai penting untuk mengurangi potensi jatuhnya korban sekaligus mempercepat proses evakuasi dan penanganan jika bencana tsunami benar-benar terjadi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update