Notification

×

Iklan

Sumbar Masih Endemis Rabies, 53 Kasus Ditemukan

Selasa, 29 September 2026 | 05:29 WIB Last Updated 2026-09-28T22:29:00Z

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka peringatan World Rabies Day 

Padang, Rakyatterkini.com – Sumatera Barat masih menghadapi persoalan rabies yang hingga kini berstatus sebagai daerah endemis. Penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia tersebut masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, tercatat 93 kasus rabies positif pada hewan sepanjang 2025. Sementara itu, hingga September 2026, sebanyak 53 kasus positif kembali ditemukan.

Kasus tersebut terdiri atas 30 ekor anjing, 21 ekor kucing, serta dua ekor kambing.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Padang untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian rabies melalui kolaborasi berbagai pihak. Penanganan tidak hanya mengandalkan layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat, organisasi profesi, lembaga pendidikan, serta komunitas yang berkaitan dengan pemeliharaan hewan.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, ketika membuka peringatan Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema global “Stronger Together” itu berlangsung di halaman Kantor Camat Padang Selatan.

Maigus mengatakan, edukasi masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya memutus penyebaran rabies. Menurutnya, komunikasi dan sosialisasi perlu diperluas hingga ke lingkungan RT/RW, kelurahan, sekolah, perguruan tinggi, komunitas pecinta hewan, hingga kelompok berburu.

“Rabies merupakan virus mematikan sehingga pencegahan menjadi langkah utama. Pengendalian rabies tidak cukup dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh potensi masyarakat,” kata Maigus.

Selain meningkatkan edukasi, Pemko Padang juga melakukan langkah konkret melalui program vaksinasi hewan.

Pada 2026, pemerintah daerah menyediakan sebanyak 1.400 dosis vaksin rabies gratis. Hingga saat ini, vaksinasi telah diberikan kepada 421 ekor anjing dan kucing peliharaan.

Maigus juga menyebutkan, pengendalian populasi anjing liar akan menjadi salah satu perhatian pada 2027. Upaya tersebut direncanakan melibatkan Dubalang, forum RT/RW, serta berbagai komunitas masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Sukarli, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan luka akibat gigitan atau cakaran hewan yang berpotensi menularkan rabies.

Ia menjelaskan, rabies memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi setelah gejala klinis muncul. Namun, risiko tersebut dapat ditekan apabila korban memperoleh pertolongan dan vaksinasi secara cepat.

“Rabies hampir 100 persen fatal setelah gejala klinis muncul, tetapi kematian dapat dicegah melalui vaksinasi dan penanganan sedini mungkin,” ujar Sukarli.

Ia mengimbau masyarakat segera mencuci luka akibat gigitan atau cakaran menggunakan air mengalir dan sabun selama sekitar 15 menit. Setelah itu, korban perlu segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Peringatan Hari Rabies Sedunia tersebut juga diisi dengan sejumlah kegiatan lapangan. Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumatera Barat, Wahidin Beruh, mengatakan kegiatan itu menjadi sarana memperkuat koordinasi antara pemerintah dan organisasi profesi dalam pengendalian rabies.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni vaksinasi rabies secara massal bagi anjing dan kucing. Selain itu, PDHI juga melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai rabies kepada pelajar tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Kecamatan Padang Selatan.

Tim dokter hewan juga melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap satwa yang berada di tiga shelter atau tempat penampungan hewan di kawasan tersebut.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Barat RM Ende Dezeanto, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang, serta Camat Padang Selatan Wilman Muchtar.

Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, pemerintah berharap upaya pencegahan dan pengendalian rabies di Sumatera Barat dapat dilakukan secara lebih terpadu dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update