Padang, Rakyatterkini.com – Semen Padang FC memastikan telah menuntaskan persoalan administrasi terkait hak kontraktual salah satu pemain dari skuad musim sebelumnya.
Penyelesaian tersebut dilakukan setelah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) merilis pembaruan daftar sengketa kontraktual klub pada 1 September 2026.
APPI mencatat masih terdapat 25 klub dari berbagai level kompetisi, mulai Super League hingga Liga 4, yang memiliki persoalan terkait pemenuhan hak pemain. Secara keseluruhan, persoalan tersebut berdampak terhadap sekitar 300 pesepak bola dengan nilai kewajiban yang mencapai lebih dari Rp14 miliar serta USD67 ribu.
Di tengah persoalan yang melibatkan sejumlah klub tersebut, Semen Padang FC mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan kewajibannya. Manajemen Kabau Sirah memastikan kendala administrasi yang sebelumnya berkaitan dengan seorang pemain telah diselesaikan sepenuhnya pada Rabu, 2 September 2026.
General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh upaya mengabaikan hak pemain. Menurutnya, persoalan muncul akibat kendala operasional dalam proses administrasi internal klub.
Denny mengatakan proses verifikasi dokumen dan pencairan hak pemain telah rampung setelah manajemen melakukan koordinasi secara intensif. Ia menegaskan penyelesaian tersebut merupakan bentuk tanggung jawab klub dalam memperbaiki kendala teknis yang sempat terjadi.
Langkah Semen Padang FC tersebut sejalan dengan harapan Presiden APPI, Hanif Sjahbandi. Ia sebelumnya mendorong klub-klub yang masih memiliki kewajiban kepada pemain agar segera menyelesaikan pembayaran sebelum kompetisi musim 2026/2027 berlangsung.
Menurut Hanif, penyelesaian kewajiban kontraktual menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional dan berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi klub yang telah memenuhi tanggung jawabnya kepada para pemain.
Bagi Semen Padang FC, penyelesaian persoalan ini sekaligus memperkuat komitmen manajemen dalam menerapkan tata kelola klub secara profesional. Sebelumnya, klub asal Sumatera Barat itu juga telah menyelesaikan kewajiban yang membuat namanya dicabut dari daftar sanksi larangan transfer atau transfer ban FIFA.
Denny kembali menegaskan bahwa manajemen Semen Padang FC akan terus mengutamakan pemenuhan hak serta kesejahteraan seluruh unsur dalam tim. Manajemen juga mengapresiasi perhatian APPI dan dukungan suporter yang turut mengawal upaya klub membangun pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan sehat.(da*)


