Notification

×

Iklan

Pemko Padang Pacu Proyek Fisik 2026

Rabu, 02 September 2026 | 13:16 WIB Last Updated 2026-09-02T06:16:00Z

Rapat Paparan Desain Pekerjaan Fisik 2026 

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kota Padang terus mendorong percepatan pelaksanaan berbagai proyek fisik yang menjadi prioritas pembangunan pada tahun anggaran 2026.

Pembahasan mengenai rencana serta perkembangan proyek tersebut dilakukan dalam Rapat Paparan Desain Pekerjaan Fisik 2026 yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam rapat tersebut, beberapa OPD menyampaikan paparan, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Fadly Amran meminta seluruh OPD memastikan pembangunan infrastruktur memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Menurutnya, pemilihan material yang baik serta pengerjaan yang rapi menjadi hal penting dalam mendukung arah pembangunan Padang sebagai kota metropolitan.

"Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan material terbaik dan dikerjakan dengan rapi. Pasar juga harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata," ujar Fadly.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan memaparkan sejumlah rencana pembenahan kawasan perdagangan. Program itu antara lain mencakup renovasi fasad pertokoan Merlin dan Koppas Plaza, penataan tampilan bangunan Pasar Raya Padang Fase I hingga VI, serta pemasangan CCTV di sejumlah lokasi.

Pembenahan juga akan dilakukan terhadap kios dan rubanah atau basement Pasar Raya Padang Fase VII. Selain itu, pekerjaan meliputi dinding Blok II Pasar Raya, pembaruan sistem tata udara dan utilitas gedung, serta pemeliharaan Pasar Raya Tanah Kongsi dan Pasar Bandar Buat.

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan kawasan pertokoan IPPI dan sentra kuliner di Gang Rajawali sebagai bagian dari penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, sektor infrastruktur kebencanaan menjadi salah satu perhatian Dinas PUPR. Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengerjakan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi serta drainase di sejumlah kawasan yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Pekerjaan tersebut mendapat dukungan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dengan nilai sekitar Rp50 miliar. Selain penanganan infrastruktur akibat bencana, Dinas PUPR juga menggarap rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang, penataan taman dan area parkir Pantai Padang, rehabilitasi basement Blok II dan III Pasar Raya, serta peningkatan sejumlah ruas jalan di wilayah kota.

Program pemulihan pascabencana juga berjalan melalui Dinas Perkim. Kepala Dinas Perkim Kota Padang Tri Hadiyanto menjelaskan perkembangan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kelurahan Balai Gadang, Lambung Bukik Sungkai, serta Huntap Mandiri Pauh.

Pembangunan kawasan hunian tersebut tidak hanya mencakup rumah, tetapi juga fasilitas pendukung seperti jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih melalui SPAM, dan sumur bor. Di sisi lain, rehabilitasi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) juga terus dilaksanakan.

Dari sektor lingkungan, Kepala DLH Kota Padang Fadelan Fitra Masta menyampaikan rencana pembangunan toilet digital modern di kawasan Taman Rimbo Kaluang. Fasilitas tersebut diharapkan turut mendukung kenyamanan masyarakat di ruang publik.

Sementara itu, Dinas Pariwisata melalui Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Zahirwan menyiapkan program pengadaan gerobak usaha. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu sekaligus memberdayakan pelaku ekonomi kreatif lokal.

Melalui koordinasi antar-OPD tersebut, Pemko Padang menargetkan pembangunan infrastruktur berjalan lebih cepat dan terintegrasi. Penataan berbagai fasilitas publik diharapkan mampu memperkuat Padang sebagai kota metropolitan yang berkualitas, nyaman bagi masyarakat, menarik bagi wisatawan, sekaligus lebih siap menghadapi risiko bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update