Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta sekolah yang berada di wilayah terdampak berat erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kebijakan tersebut ditujukan terutama bagi daerah yang mengalami paparan abu vulkanik cukup tinggi. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Serang di Banten serta Kabupaten Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan di Provinsi Lampung.
Abdul Mu’ti menjelaskan, pembelajaran daring dapat dilakukan dari rumah maupun dari lokasi lain yang dianggap aman. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers mengenai pembaruan layanan pendidikan setelah erupsi Krakatau yang berlangsung secara daring dari Jakarta, Minggu.
Menurutnya, sekolah yang masih berada di wilayah aman dan memungkinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka tetap dapat menjalankan kegiatan belajar di sekolah. Namun, penerapan protokol kesehatan dan keselamatan harus dilakukan secara ketat.
Sekolah diminta memastikan siswa dan guru menggunakan masker, tidak menggelar aktivitas di luar ruangan, serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik. Berbagai kegiatan sekolah juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan seluruh warga sekolah.
Selain itu, Abdul Mu’ti memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menyesuaikan lama waktu pembelajaran. Durasi kegiatan belajar tidak harus sama seperti jadwal normal apabila kondisi di lapangan belum memungkinkan.
Ia juga mendorong para guru memasukkan materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak panik sekaligus memiliki pemahaman mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Mengenai berapa lama PJJ diberlakukan, keputusan tersebut diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah. Pemerintah daerah dinilai lebih mengetahui kondisi terkini, termasuk perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayah masing-masing.
Abdul Mu’ti menegaskan, pemerintah daerah yang telah menetapkan pembelajaran daring harus menjadi acuan bagi sekolah. Sementara daerah yang belum mengambil keputusan diharapkan segera menyampaikan kebijakan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai kegiatan pendidikan.
Hingga saat ini, Abdul Mu’ti menyatakan belum terdapat laporan mengenai korban jiwa dari kalangan siswa maupun guru akibat erupsi tersebut. Kerusakan pada fasilitas sekolah di wilayah terdampak, termasuk Banten dan Lampung, juga belum dilaporkan.
Meski demikian, pemerintah tetap menempatkan kesehatan dan keselamatan siswa, guru, serta seluruh warga sekolah sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pelaksanaan kegiatan pendidikan.(da*)


