Notification

×

Iklan

SAR Perluas Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 20:45 WIB Last Updated 2026-09-09T13:45:00Z

5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, 4 SRU Dikerahkan Cari Korban

Jakarta, Rakyatterkini.com – Tim SAR Gabungan memperluas operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berada di dalam sebuah speed boat di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), tim mulai melakukan penyisiran sejak pukul 07.00 WIB. Sejumlah armada dikerahkan, mulai dari kapal, perahu karet, drone, hingga berbagai peralatan pendukung operasi SAR.

Untuk memperbesar cakupan wilayah pencarian, operasi dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Setiap unit memiliki area serta metode penyisiran yang telah ditentukan berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan pembagian tersebut merupakan bagian dari strategi pencarian untuk menjangkau area yang lebih luas.

“Pada pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat SRU guna memperluas cakupan wilayah pencarian,” kata Rizky dalam keterangannya, Rabu (9/9).

SRU 1 mengerahkan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sepanjang 68,3 nautical mile (NM). Jarak antarjalur pencarian ditetapkan tiga NM.

Kemudian SRU 2 menggunakan KAL Anyer untuk menyisir wilayah sepanjang 69,5 NM dengan spacing tiga NM.

Menurut Rizky, kedua unit tersebut menjalankan pencarian di sektor perairan yang telah ditetapkan sesuai perencanaan operasi SAR.

Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan rencana pencarian sepanjang 67 NM dan jarak antarjalur satu NM.

SRU 4 mengoperasikan RIB 02 Banten dengan fokus penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Kedua kawasan itu menjadi bagian dari area pencarian setelah dilakukan evaluasi terhadap operasi sebelumnya.

Operasi ini melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta sejumlah unsur terkait.

Armada dan peralatan yang digunakan antara lain KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, kendaraan penyelamat, truk personel, serta drone thermal. Tim juga membawa perlengkapan untuk operasi SAR air, peralatan medis, komunikasi, dan kebutuhan pendukung lainnya.

Pencarian Diperluas hingga Gunung Anak Krakatau

Kondisi cuaca di wilayah pencarian pada hari kedua dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 14 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

Rizky memastikan pencarian terus dilakukan dengan memaksimalkan seluruh personel dan sarana yang tersedia. Evaluasi lapangan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca, arus laut, serta informasi terbaru yang diperoleh tim.

“Kami akan terus mengoptimalkan seluruh unsur, sarana, dan peralatan yang tersedia dalam operasi pencarian,” ujarnya.

Basarnas Banten juga mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, segera melapor jika menemukan speed boat atau tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan delapan orang tersebut.

Pencarian juga mendapat dukungan dari Polda Lampung. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Isawandari Yuyun mengatakan personel kepolisian bersama Basarnas Lampung dan unsur lainnya telah diterjunkan untuk membantu operasi.

Menurut Yuni, pencarian hari kedua melibatkan personel dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang, dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri, serta Basarnas Lampung.

Penyisiran diarahkan untuk menemukan sekaligus mengevakuasi seluruh anggota rombongan. Wilayah pencarian diperluas ke sejumlah perairan yang diperkirakan berkaitan dengan rute perjalanan mereka.

“Pencarian dilakukan mulai dari perairan Pulau Legundi, Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau,” kata Yuni, dikutip dari Antara.

Rombongan Hendak Meliput Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Speed boat tersebut sebelumnya membawa delapan orang yang berencana melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Rombongan diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sekitar 42 menit setelah berangkat, salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik koordinat yang menunjukkan lokasi terakhir mereka, yakni pada pukul 14.42 WIB.

Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Sejak saat itu, keberadaan seluruh rombongan belum diketahui.

Tim SAR kemudian menggunakan titik komunikasi terakhir tersebut sebagai salah satu acuan dalam melakukan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sekaligus SAR Mission Coordinator, Al Amrad, sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat delapan orang dalam speed boat tersebut. Mereka terdiri atas dua awak kapal, seorang pemandu, dan lima jurnalis.

Tiga orang yang bertugas sebagai awak serta pemandu adalah Warta (55), selaku kapten kapal; Surakman (60), ABK; dan Heriyanto (49), yang bertugas sebagai guide.

Lima jurnalis lainnya yakni pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang bekerja sebagai pewarta lepas.

Hingga hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan masih menyisir sejumlah wilayah perairan untuk menemukan delapan orang tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update