Notification

×

Iklan

RSBG 2026 Diundur, Bentuk Empati untuk Arosuka

Rabu, 30 September 2026 | 00:29 WIB Last Updated 2026-09-29T17:29:00Z

Pelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026

Solok, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Solok memutuskan menunda pelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana banjir bandang atau galodo yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok yang juga menjabat Ketua Seksi Humas RSBG, Nurzal Gustim, mengatakan penundaan tersebut merupakan wujud solidaritas karena Kota Solok dan Kabupaten Solok memiliki ikatan sebagai satu kesatuan Entitas Solok.

Menurutnya, masyarakat Kota Solok turut merasakan kesedihan atas musibah yang terjadi di Arosuka dan ingin menunjukkan rasa empati kepada warga terdampak.

“Warga Kota Solok juga ikut berduka dan menyampaikan empati atas bencana yang terjadi di Arosuka,” ujar Nurzal.

Sebelumnya, Pemko Solok telah menyampaikan surat kepada Gubernur Sumatera Barat melalui surat Wali Kota Solok Nomor B/000/48/DISPORA-2026 terkait pembukaan PorProv dan penyelenggaraan RSBG.

Meski demikian, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PorProv) Sumatera Barat XVI tetap digelar sesuai agenda, yakni pada 2–14 Oktober 2026. Perubahan hanya dilakukan terhadap lokasi seremoni pembukaan yang dipindahkan ke Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Sementara RSBG 2026 yang semula direncanakan berlangsung pada 3 Oktober, kini dijadwalkan ulang menjadi 10–13 Oktober 2026. Keputusan tersebut telah disepakati Wali Kota Solok bersama Ketua KAN, Ketua LKAAM, dan Ketua Bundo Kanduang.

Nurzal menegaskan, Kota Solok tetap menjalankan tanggung jawab sebagai tuan rumah untuk lima cabang olahraga dalam PorProv XVI. Kelima cabang tersebut meliputi taekwondo, hapkido, aerosport, angkat berat, dan angkat besi.

“Status kita sebagai tuan rumah untuk lima cabang olahraga tetap berjalan. Tidak ada perubahan pada pelaksanaannya, yang dipindahkan hanya lokasi pembukaan PorProv,” katanya.

Selain penjadwalan ulang, penyelenggaraan RSBG tahun ini juga mengalami perubahan konsep. Jika sebelumnya mengangkat tema “Sawah Dijago, Budaya Dipusako” melalui Festival 13 yang melibatkan 13 nagari, pelaksanaan kali ini akan lebih menonjolkan pesan solidaritas untuk masyarakat Arosuka.

RSBG 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kebudayaan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarmasyarakat, saling memberi dukungan, dan menguatkan persaudaraan di tengah bencana.

“Mari kita jadikan RSBG sebagai wadah untuk saling menguatkan, menjaga persaudaraan, sekaligus menunjukkan kepada dunsanak kita di Arosuka bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian,” tutur Nurzal.

Ia turut mengajak seluruh masyarakat, termasuk 13 nagari yang tergabung dalam kawasan Kubung 13 di Kota Solok maupun Kabupaten Solok, untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan pelaksanaan RSBG 2026.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update