Padang, Rakyatterkini.com — Bantuan kaki palsu membuat Rahma Hatta, warga Kampung Dalam, Kelurahan Binuang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kembali lebih leluasa menjalani aktivitas sehari-hari.
Ibu rumah tangga tersebut sebelumnya harus menggunakan tongkat untuk beraktivitas setelah kehilangan kaki kirinya akibat kecelakaan pada 2017. Kini, dengan alat bantu yang diterimanya, Rahma sudah mampu berjalan lebih baik, mengendarai sepeda motor, hingga kembali berjualan ayam untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Kaki palsu itu diberikan melalui program kesehatan dan biaya kemanusiaan Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ BAZNAS) Semen Padang. Bantuan diserahkan Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang, Akmal, kepada Rahma di Kantor UPZ BAZNAS Semen Padang, Senin (31/8/2026).
Bagi Rahma, bantuan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara lebih mandiri. Sebelumnya, keterbatasan fisik membuat ruang geraknya cukup terbatas dan berbagai kegiatan harus dilakukan dengan bantuan tongkat.
Kondisi ekonomi keluarga juga menjadi salah satu kendala. Suami Rahma bekerja sebagai buruh harian lepas sehingga penghasilannya tidak menentu. Karena itu, pengadaan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhannya sulit dilakukan secara mandiri.
Informasi mengenai bantuan kaki palsu diperoleh Rahma melalui media sosial. Setelah mengetahui adanya program tersebut, ia kemudian mendatangi kantor UPZ BAZNAS Semen Padang untuk mengajukan permohonan.
Permohonan itu selanjutnya ditindaklanjuti dengan asesmen dan kunjungan tim UPZ BAZNAS Semen Padang ke rumah Rahma. Setelah proses tersebut selesai, bantuan kaki palsu akhirnya direalisasikan.
Perubahan kondisi Rahma terlihat setelah menggunakan alat bantu tersebut. Ia tidak hanya mampu berjalan dengan lebih baik, tetapi juga kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan.
Rahma bahkan telah dapat mengendarai sepeda motor dan menjalankan usaha kecil dengan berjualan ayam.
“Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa berjalan kembali dengan baik. Saya juga sudah bisa mengendarai sepeda motor dan kembali berjualan ayam,” ujar Rahma.
Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurut Rahma, kaki palsu tersebut memberikan perubahan berarti, terutama dalam mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-harinya.
Penanganan alat bantu Rahma dilakukan oleh Ade Orthopros, workshop yang menangani berbagai kebutuhan ortopedi, rehabilitasi medis, tumbuh kembang, serta pembuatan alat bantu berupa kaki dan tangan palsu.
Ahli Ortotis Prostetis Orthopros, Ade Saputra, menjelaskan bahwa Rahma sebenarnya sudah menjadi pasien di tempat tersebut sejak 2017. Selama ini, Rahma menjalani aktivitas dengan bantuan tongkat.
Pada penanganan terbaru, bagian socket pada kaki palsu Rahma diganti. Komponen tersebut disesuaikan dengan kondisi pengguna agar alat bantu dapat digunakan dengan lebih nyaman dan mendukung mobilitas secara maksimal.
Ade mengatakan kondisi Rahma saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Ia sudah dapat berjalan dan kembali melakukan berbagai kegiatan, termasuk mengendarai sepeda motor serta berjualan.
“Sekarang kondisinya sangat baik. Ibu Rahma sudah bisa berjalan, beraktivitas, mengendarai sepeda motor, bahkan sudah kembali berjualan ayam,” kata Ade.
Ade Orthopros beralamat di Kompleks Polamas Blok B No. 3, Andalas, Kota Padang. Selain membuat alat bantu, penanganan di workshop tersebut juga memperhatikan kesesuaian perangkat dengan kebutuhan mobilitas penerima.
Sementara itu, Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang Akmal menyampaikan bahwa pemberian kaki palsu kepada Rahma merupakan bagian dari program kesehatan dan biaya kemanusiaan.
Melalui program tersebut, UPZ BAZNAS Semen Padang berupaya menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk bantuan yang memberikan manfaat langsung.
Menurut Akmal, bantuan berupa alat bantu mobilitas tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan. Lebih dari itu, bantuan tersebut dapat membantu penerima meningkatkan rasa percaya diri, menjalankan aktivitas secara mandiri, serta kembali produktif.
“Melalui penyaluran dana zakat ini, kami berharap kualitas hidup Bu Rahmah dapat meningkat secara optimal. Semoga beliau dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih maksimal dan penuh keberkahan,” ujar Akmal.
Hal senada disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino. Ia mengapresiasi UPZ BAZNAS Semen Padang yang terus menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Win menilai bantuan kaki palsu yang diterima Rahma menunjukkan bahwa dana zakat dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengapresiasi UPZ BAZNAS Semen Padang yang terus menghadirkan manfaat nyata melalui penyaluran dana zakat. Bantuan seperti ini memiliki nilai kemanusiaan yang sangat kuat karena memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali beraktivitas dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Win.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari nilai tanggung jawab sosial yang terus dikembangkan PT Semen Padang. Kehadiran UPZ BAZNAS Semen Padang diharapkan dapat semakin memperluas manfaat perusahaan bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan.
Bagi Rahma, kaki palsu yang diterimanya bukan sekadar alat bantu berjalan. Perangkat tersebut memberinya kesempatan untuk kembali bergerak lebih bebas, melakukan pekerjaan, dan berkontribusi terhadap perekonomian keluarga.
Jika sebelumnya ia harus mengandalkan tongkat dalam menjalankan aktivitas, kini Rahma sudah lebih percaya diri melangkah, mengendarai sepeda motor, dan kembali berjualan ayam.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa penyaluran zakat secara tepat dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi penerimanya. Sebuah alat bantu dapat menjadi sarana untuk memulihkan mobilitas sekaligus membuka kembali peluang seseorang untuk hidup lebih mandiri dan produktif.
Melalui program kesehatan dan biaya kemanusiaan, UPZ BAZNAS Semen Padang terus berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak dengan manfaat yang nyata.
Upaya tersebut diharapkan terus berlanjut sehingga zakat tidak hanya menjadi bentuk bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.(da*)


