Notification

×

Iklan

Prabowo Tegaskan Tak Boleh Ada Rakyat Kelaparan

Minggu, 20 September 2026 | 16:29 WIB Last Updated 2026-09-20T09:29:00Z

Presiden RI Prabowo Subianto

Jakarta, Rakyatterkini.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan dan terbebas dari masalah kelaparan serta kekurangan gizi.

Prabowo menyampaikan, kondisi Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah dan tanah yang subur seharusnya menjadi modal untuk menjamin kesejahteraan pangan masyarakat. Menurutnya, tidak semestinya masih ada warga yang kesulitan mendapatkan makanan yang layak.

“Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia. Indonesia yang subur, Indonesia yang begitu banyak kekayaannya, tidak boleh ada orang yang lapar di bumi Indonesia,” kata Prabowo saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).

Ia juga menaruh perhatian khusus terhadap kondisi anak-anak. Prabowo menegaskan pemenuhan gizi harus menjadi perhatian agar tidak ada anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi maupun pergi ke sekolah dalam keadaan lapar.

“Saya ingin anak-anak Indonesia tidak boleh ada yang kurang gizi,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan terus mengambil langkah untuk menekan angka kemiskinan. Ia menegaskan akan berupaya semaksimal mungkin agar kemiskinan dapat dikurangi hingga dihapuskan dari Indonesia.

“Karena itu saya ingin berjuang sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mampu mencapai swasembada pangan pada sejumlah komoditas. Menurutnya, kemampuan memproduksi pangan secara mandiri merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

“Dan alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendiri,” kata dia.

Prabowo menambahkan, kemandirian pangan harus terus diperkuat agar Indonesia tidak bergantung kepada negara lain dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

“Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update