Notification

×

Iklan

PLTS Batang Manganan Dukung Pertanian Tanah Datar

Selasa, 08 September 2026 | 15:55 WIB Last Updated 2026-09-08T09:22:33Z

PLN UID Sumatera Barat Resmikan Pompanisasi Tenaga Surya

Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Pemanfaatan energi matahari kini memberikan manfaat langsung bagi petani di Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar. Melalui sistem pompa berbasis tenaga surya, air dari Batang Manganan dialirkan ke areal persawahan warga sehingga membuka peluang bagi peningkatan produktivitas pertanian.

Inovasi tersebut diwujudkan melalui peresmian Pompanisasi Irigasi Tenaga Surya (PLTS) Batang Manganan yang berada di Jorong Padang Datar, Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Minggu (6/9).

Fasilitas ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bertajuk “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” yang dilaksanakan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat.

Kehadiran pompanisasi tenaga surya tersebut menjadi salah satu upaya untuk menggabungkan pemanfaatan energi terbarukan dengan kebutuhan sektor pertanian. Energi yang berasal dari sinar matahari digunakan untuk menjalankan pompa yang mengangkat air dari Batang Manganan menuju lahan sawah masyarakat.

Selama ini, persoalan ketersediaan air menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani Tanjung Barulak. Sejumlah lahan pertanian masih mengandalkan curah hujan, sehingga pola tanam dan frekuensi panen belum dapat dimaksimalkan.

Dengan adanya sistem pompanisasi tersebut, area persawahan yang berpotensi mendapatkan manfaat diperkirakan mencapai sekitar 400 hektare. Akses air yang lebih terjamin diharapkan mampu membantu petani meningkatkan pemanfaatan lahan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

Tidak hanya berkaitan dengan pengairan, keberadaan fasilitas ini juga diharapkan memberikan dampak terhadap pola usaha tani masyarakat. Sawah yang sebelumnya hanya bisa ditanami sekali dalam setahun berpeluang ditingkatkan menjadi dua bahkan tiga kali masa panen dalam satu tahun.

Peningkatan intensitas tanam tentu dapat berdampak terhadap jumlah produksi. Jika produktivitas meningkat, kesempatan petani memperoleh pendapatan lebih besar juga semakin terbuka. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga dan menggerakkan perekonomian masyarakat nagari.

Program ini lahir dari kerja sama sejumlah pihak dengan peran yang saling melengkapi. Universitas Andalas berkontribusi dalam pengembangan prototype pompanisasi yang memanfaatkan tenaga surya. Sementara itu, Kelompok Tani Saiyo menyampaikan kebutuhan pengairan yang dihadapi petani di lapangan.

PLN UID Sumatera Barat kemudian mempertemukan berbagai potensi tersebut dan mendorong pengembangan gagasan hingga dapat diwujudkan menjadi fasilitas yang digunakan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, kelompok tani, pemerintah, dunia usaha dan PLN tersebut akhirnya menghasilkan pembangunan pompanisasi tenaga surya di Batang Manganan pada 2026.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak dalam menghadirkan fasilitas tersebut. Menurutnya, PLTS Batang Manganan menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat diterapkan secara konkret untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“PLTS Batang Manganan menjadi contoh bahwa energi terbarukan bisa digunakan secara langsung untuk menjawab persoalan masyarakat. Ketika energi matahari dimanfaatkan untuk mengalirkan air ke sawah, manfaatnya bukan hanya pada sistem pompa, tetapi juga membuka peluang peningkatan produksi pertanian, menekan biaya operasional petani, menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai manfaat program tersebut tidak sebatas pembangunan sarana pengairan. Menurutnya, penggunaan energi bersih untuk mendukung sektor pertanian memperlihatkan bahwa pembangunan dapat dirancang dengan menghubungkan potensi daerah dengan kebutuhan masyarakat.

Mahyeldi berharap model kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan dan diterapkan di wilayah lain yang memiliki kebutuhan serupa.

“Apa yang kita resmikan hari ini bukan sekadar fasilitas, tetapi juga bentuk pendekatan pembangunan yang menggabungkan energi bersih, teknologi, pertanian dan kebutuhan masyarakat. Saya berharap apa yang dimulai di Tanjung Barulak ini dapat dirawat, dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas pemanfaatan energi bersih.

“Program ini memperlihatkan bahwa inovasi dapat dipadukan dengan kebutuhan masyarakat untuk menghasilkan solusi yang benar-benar bisa digunakan. Ketika energi bersih membantu petani memperoleh akses air yang lebih baik, dampaknya bukan hanya berupa fasilitas, tetapi juga peningkatan produktivitas, munculnya peluang ekonomi dan tumbuhnya harapan baru,” kata Ririn.

Ia menambahkan, PLN ingin agar kerja sama yang telah terbangun dapat terus dipelihara sehingga manfaat program tersebut dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap aliran air yang kini mulai menjangkau lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal bagi meningkatnya produktivitas, kesejahteraan dan harapan masyarakat,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, kolaborasi menjadi faktor penting. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, pemerintah nagari, Universitas Andalas, Kelompok Tani Saiyo, dunia usaha serta berbagai pihak lainnya berkontribusi sesuai dengan peran masing-masing.

Kerja sama tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa energi terbarukan memiliki ruang yang luas untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Tenaga surya tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik, tetapi juga menjadi penggerak kegiatan produktif, termasuk sektor pertanian.

Program pompanisasi ini juga diharapkan ikut mendukung agenda swasembada pangan nasional secara berkelanjutan yang menjadi bagian dari Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani memiliki peluang untuk menambah musim tanam, meningkatkan hasil produksi dan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat nagari.

Bagi masyarakat Tanjung Barulak, Batang Manganan kini memiliki peran yang semakin penting. Sumber air tersebut bukan hanya menopang kebutuhan pengairan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga produktivitas lahan pertanian.

Pemanfaatan tenaga surya untuk menggerakkan pompa menjadi gambaran bahwa teknologi energi bersih dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika sinar matahari menggerakkan pompa, pompa mengalirkan air, dan air membantu menghidupkan lahan pertanian, maka manfaat energi terbarukan tidak berhenti pada teknologi.

Dari Tanjung Barulak, kolaborasi antara masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan PLN menunjukkan bahwa inovasi dapat menjadi jalan untuk menciptakan produktivitas sekaligus membuka peluang kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update