Notification

×

Iklan

PLN Edukasi 40 Siswa Agam Cendekia soal Keselamatan Listrik

Jumat, 11 September 2026 | 17:21 WIB Last Updated 2026-09-11T10:21:00Z

PLN Perkuat Kesadaran Keselamatan Listrik Generasi Muda di Agam

Agam, Rakyatterkini.com – PT PLN terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman, termasuk di kalangan pelajar. Upaya tersebut dilakukan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bukittinggi melalui PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lubuk Basung dengan memberikan edukasi kelistrikan kepada sekitar 40 siswa SMA Negeri Agam Cendekia, Muko-Muko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat (4/9).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pengetahuan mengenai sistem ketenagalistrikan, keselamatan penggunaan listrik, hingga berbagai produk dan layanan yang disediakan PLN.

Edukasi diawali dengan pengenalan mengenai perjalanan energi listrik sebelum sampai ke pelanggan. Siswa dijelaskan tentang tahapan pembangkitan energi, proses transmisi, distribusi melalui jaringan, gardu distribusi, hingga listrik akhirnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menyampaikan bahwa edukasi kelistrikan bagi generasi muda merupakan bagian dari langkah PLN untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan listrik.

Menurutnya, pemahaman tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar para pelajar tidak hanya mengetahui cara kerja sistem kelistrikan, tetapi juga mampu menerapkan prinsip keselamatan ketika menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

“Pengenalan ketenagalistrikan kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman dan kepedulian terhadap listrik, khususnya aspek keselamatan. Kami ingin pengetahuan yang diberikan tidak hanya dipahami di ruang kelas, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Ririn.

Selain menjelaskan sistem penyediaan listrik, PLN memberikan materi terkait Keselamatan Ketenagalistrikan (K2K3). Para siswa diajak mengenali berbagai potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh listrik serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Dengan materi tersebut, siswa diharapkan lebih berhati-hati ketika menggunakan peralatan listrik maupun saat berada di sekitar jaringan kelistrikan.

PLN juga memperkenalkan sejumlah layanan digital yang dapat dimanfaatkan pelanggan melalui aplikasi PLN Mobile. Para siswa mendapat informasi mengenai fitur pembelian token listrik, pembayaran tagihan, penyampaian pengaduan gangguan, hingga pengajuan berbagai kebutuhan layanan kelistrikan.

Tidak berhenti pada layanan pelanggan, edukasi turut membahas perkembangan teknologi di bidang ketenagalistrikan. PLN mengenalkan berbagai inovasi yang berkaitan dengan pengembangan energi bersih serta kendaraan listrik sebagai bagian dari perubahan menuju sistem energi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah personel PLN dari berbagai bidang, di antaranya Team Leader (TL) Teknik Andre Saputra, Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Kam Habibullah, tim Bagian Pelayanan Pelanggan, serta PJ K3L PLN Electricity Services (PLN ES) Fahmi Alim.

Ririn mengatakan, edukasi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pemahaman mengenai proses kerja listrik, tetapi juga membentuk kebiasaan menggunakan listrik secara aman.

“Kami tidak hanya menyampaikan bagaimana listrik bekerja, tetapi juga bagaimana listrik digunakan dengan aman. Edukasi seperti ini kami harapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk mengenali potensi bahaya listrik dan mengambil langkah yang tepat dalam menjaga keselamatan diri maupun lingkungan,” katanya.

Menurut PLN, komunikasi secara langsung dengan pelajar menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan pengetahuan kelistrikan sekaligus layanan perusahaan kepada masyarakat. Dengan pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan mampu menggunakan listrik secara bijak dan aman serta mengetahui layanan yang dapat diakses ketika membutuhkan bantuan PLN.

Keselamatan, lanjut Ririn, menjadi salah satu aspek yang terus menjadi perhatian dalam pelayanan ketenagalistrikan. Karena itu, peningkatan pengetahuan masyarakat dinilai penting agar keselamatan listrik tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga menjadi perhatian bersama.

PLN berharap kegiatan edukasi di SMA Negeri Agam Cendekia dapat memberikan dampak jangka panjang bagi para siswa. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk mengenali potensi bahaya listrik, menerapkan penggunaan energi secara aman, serta ikut menyebarkan budaya keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan semakin baiknya pemahaman masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan, penggunaan energi listrik diharapkan dapat berlangsung secara aman sekaligus menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update