Notification

×

Iklan

Gunung Semeru Erupsi 32 Kali dalam 6 Jam

Jumat, 11 September 2026 | 17:45 WIB Last Updated 2026-09-11T10:45:00Z

Gunung Semeru mengalami 32 kali erupsi

Jakarta, Rakyatterkini.com — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami 32 kali erupsi selama periode pemantauan pada Jumat (11/9/2026), mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Mengacu pada laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru yang tercantum dalam Magma Indonesia, kondisi puncak gunung tertutup kabut. Cuaca di sekitar kawasan gunung berlangsung berawan hingga mendung. Angin terpantau bertiup lemah menuju barat dan barat laut, sedangkan suhu udara berada pada kisaran 19-24 derajat Celsius.

Selama enam jam pengamatan, petugas mencatat 32 kejadian gempa letusan. Gempa tersebut memiliki amplitudo antara 10 hingga 24 milimeter dengan durasi masing-masing berkisar 78-201 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut sebagian letusan tersebut terdengar disertai suara gemuruh maupun dentuman dengan tingkat kekuatan lemah hingga sedang.

Selain gempa letusan, aktivitas kegempaan Gunung Semeru juga ditandai dengan dua kali gempa guguran. Gempa ini memiliki amplitudo 2-3 milimeter dan berlangsung selama 35-54 detik.

PVMBG turut mencatat dua kali gempa embusan dengan amplitudo 3-8 milimeter dan durasi 51-82 detik. Sementara itu, masing-masing satu kejadian gempa tektonik lokal dan tektonik jauh juga terdeteksi. Gempa tektonik lokal memiliki amplitudo 6 milimeter, sedangkan gempa tektonik jauh mencapai amplitudo 20 milimeter.

Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan PVMBG.

Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Larangan juga berlaku untuk aktivitas masyarakat dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas serta aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawah atau puncak Gunung Semeru dalam radius 5 kilometer. Area tersebut dinilai rawan terkena lontaran batu pijar akibat aktivitas erupsi.

Selain itu, potensi awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di kawasan puncak Semeru. Sejumlah aliran yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap kemungkinan terjadinya lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update