Notification

×

Iklan

Penjualan Masker di Kota Solok Meningkat di Tengah Kabut Asap

Kamis, 17 September 2026 | 16:24 WIB Last Updated 2026-09-17T09:24:00Z

Kabut Asap Selimuti Kota Solok, Penjualan Masker Melonjak Drastis

Solok, Rakyatterkini.com – Permintaan masker di sejumlah apotek di Kota Solok mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap serta imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Fandi, salah seorang karyawan apotek di Kota Solok, menyebut kenaikan penjualan mulai terlihat ketika kabut asap semakin terasa.

“Penjualan masker memang meningkat sejak kondisi udara mulai tidak sehat akibat kabut asap. Peningkatannya cukup terasa sekitar satu minggu terakhir,” ujar Fandi kepada infosumbar.net, Rabu (16/9/2026).

Ia mengatakan, pada kondisi normal penjualan masker cenderung rendah. Namun, saat kabut asap melanda, penjualan bisa mencapai sekitar 30 kotak dalam sehari.

“Kalau biasanya jarang ada yang membeli, sekarang bisa sekitar 30 box sehari. Satu box berisi 50 masker,” katanya.

Pembelian masker tidak hanya dilakukan masyarakat untuk kebutuhan pribadi. Menurut Fandi, sejumlah pihak juga membeli dalam jumlah besar. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir ada pesanan hingga 100 kotak.

Untuk harga, masker saat ini dijual sekitar Rp30 ribu hingga Rp45 ribu per kotak dengan isi kurang lebih 50 lembar. Harga tersebut sedikit meningkat dibandingkan sebelumnya karena adanya kenaikan harga dari distributor.

“Harganya sekitar Rp30 ribu sampai Rp45 ribu. Ada kenaikan sedikit karena harga dari distributor juga naik,” ujarnya.

Selain masker untuk orang dewasa, produk khusus anak-anak juga cukup banyak diminati. Orang tua umumnya mencari masker dengan motif karakter atau gambar. Namun, tingginya permintaan membuat masker anak bergambar saat ini mengalami kekosongan stok.

“Masker anak yang ada karakter atau gambarnya banyak dicari orang tua. Sekarang sedang kosong, yang tersedia lebih banyak masker polos,” kata Fandi.

Ia menambahkan, stok masker sempat habis akibat tingginya permintaan. Namun, pasokan dari distributor kini kembali masuk sehingga ketersediaannya mulai normal.

Tak hanya masker, masyarakat juga mulai meningkatkan pembelian vitamin sebagai upaya menjaga kondisi tubuh di tengah paparan kabut asap.

Meningkatnya kebutuhan tersebut turut dipengaruhi imbauan Pemerintah Kota Solok yang meminta masyarakat mengenakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih kurang baik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update