Notification

×

Iklan

Karhutla Hanguskan 20 Hektare Lahan di Pangkalpinang

Kamis, 17 September 2026 | 16:54 WIB Last Updated 2026-09-17T09:54:00Z

Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan karhutla 

Jakarta, Rakyatterkini.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kelurahan Tamberan, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (16/9/2026) sore. Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan lahan sekitar 20 hektare.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pangkalpinang segera dikerahkan untuk menangani kebakaran. Sebanyak empat unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena medan menuju sumber api cukup sulit. Armada pemadam tidak mampu mencapai titik kebakaran yang berada jauh di dalam kawasan hutan.

Petugas kemudian melakukan pemadaman secara manual dengan memanfaatkan peralatan seadanya, termasuk ranting kayu yang masih memiliki daun untuk memukul dan meredam kobaran api.

Komandan Tim Regu 2 Pemadam Kebakaran, Iwan, mengatakan akses yang sulit membuat pemadaman menggunakan mobil pemadam tidak memungkinkan.

“Untuk memadamkan menggunakan mobil itu tidak bisa, jadi kita memadamkan secara manual. Titik apinya berada di pedalaman hutan,” kata Iwan.

Petugas membutuhkan waktu hampir enam jam hingga api berhasil dikendalikan. Kendati kobaran api telah padam, sejumlah personel tetap ditempatkan di lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali api, terutama karena angin masih bertiup cukup kencang.

Dalam satu hari, sedikitnya lima lokasi kebakaran dilaporkan terjadi di wilayah Kota Pangkalpinang. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan hektare kawasan hutan dan lahan terbakar.

Cuaca kemarau yang berlangsung cukup panjang menjadi salah satu kondisi yang meningkatkan risiko kebakaran. Daun dan vegetasi yang mengering membuat lahan lebih mudah terbakar.

Petugas mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan api dan memicu kebakaran lahan.

Iwan juga mengingatkan bahwa musim kemarau masih berlangsung di Bangka Belitung. Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api di lingkungan sekitar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update