Notification

×

Iklan

OJK dan Pegadaian Dorong Literasi Keuangan Natuna

Senin, 07 September 2026 | 04:55 WIB Last Updated 2026-09-06T21:55:00Z

Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Ribuan warga Kabupaten Natuna berkumpul di Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Minggu (6/9/2026), untuk mengikuti kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan). Acara tersebut juga diisi dengan senam sehat bersama masyarakat.

Kegiatan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan PT Pegadaian (Persero) itu menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperluas akses terhadap berbagai layanan keuangan.

Mengangkat tema “Membangun Masyarakat Natuna yang Sehat, Cerdas Mengelola Keuangan, dan Semakin Inklusif dalam Mengakses Layanan Keuangan”, acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, Ketua DPRD Natuna Rusdi, Sekretaris Daerah Natuna Boy Wijanarko, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Head Area PT Pegadaian (Persero) Kepulauan Riau, Aris Suroso, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gencarkan merupakan bagian dari upaya Pegadaian untuk memperkuat literasi keuangan di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menggunakan produk dan jasa keuangan secara cermat, aman, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Aris berharap kegiatan tersebut tidak hanya berdampak positif terhadap kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai cara mengatur keuangan secara sehat. Menurutnya, penghasilan dengan jumlah berapa pun dapat menjadi modal membangun kondisi finansial yang lebih baik apabila dikelola secara tepat dan bertanggung jawab.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, OJK, dan berbagai pihak yang ikut mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Pegadaian Area Batam yang memiliki wilayah kerja mencakup Natuna dan Kepulauan Anambas saat ini mencatat sekitar 23 ribu nasabah. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat sekaligus kepercayaan terhadap Pegadaian sebagai salah satu pilihan dalam memperoleh layanan keuangan.

Pada kesempatan yang sama, Pegadaian memperkenalkan produk Tabungan Emas yang bisa digunakan masyarakat melalui layanan digital Pegadaian, yakni aplikasi Tring! by Pegadaian.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mulai memiliki investasi emas dengan mekanisme yang relatif mudah dan terjangkau. Produk ini juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pilihan untuk membantu perencanaan keuangan jangka panjang.

Aris mengatakan Pegadaian ingin masyarakat semakin memahami berbagai produk yang tersedia dan memilihnya berdasarkan kebutuhan. Kehadiran layanan digital juga diharapkan membuat akses terhadap produk Pegadaian semakin praktis dan mendukung pengelolaan keuangan yang lebih terencana.

Di sisi lain, perwakilan OJK Provinsi Kepulauan Riau, Roy Aditia Perangin Angin, menyampaikan bahwa konsep hidup sehat tidak sebatas menjaga kebugaran tubuh. Menurutnya, kondisi finansial yang sehat juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Ia mengungkapkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilaksanakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Berdasarkan survei tersebut, tingkat inklusi keuangan masyarakat dewasa di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 98,43 persen.

Adapun tingkat literasi keuangan di provinsi tersebut berada pada angka 78,29 persen. Angka itu berada di atas tingkat literasi keuangan nasional yang tercatat sebesar 69,57 persen.

Tingkat inklusi yang tinggi menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat telah memanfaatkan produk maupun layanan keuangan. Meski demikian, peningkatan akses tersebut perlu dibarengi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak keliru dalam memilih dan menggunakan layanan keuangan.

Roy menegaskan bahwa masyarakat yang memiliki kecakapan finansial bukan sekadar mampu menggunakan produk keuangan. Mereka juga harus memahami kebutuhan, manfaat, risiko, serta hak dan kewajiban yang melekat pada produk tersebut sebelum mengambil keputusan.

Pegadaian menyatakan akan terus membangun kerja sama dengan OJK, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait guna memperluas edukasi serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Dengan edukasi yang dilakukan secara berkesinambungan serta penyediaan layanan yang semakin mudah dijangkau, Pegadaian berupaya menjadi bagian dari solusi kebutuhan finansial masyarakat sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih cakap mengelola keuangan, inklusif, dan sejahtera.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update