Notification

×

Iklan

KAI Buka Rekrutmen 2026, Waspadai Penipuan

Sabtu, 05 September 2026 | 19:29 WIB Last Updated 2026-09-05T12:29:00Z

Armada kereta api Lembah Anai rute Padang-Kayu Tanam. 

Padang, Rakyatterkini.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bergabung melalui program rekrutmen pegawai tahun 2026. Bersamaan dengan dibukanya lowongan tersebut, KAI mengingatkan calon pelamar agar berhati-hati terhadap berbagai upaya penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.

KAI memastikan seluruh tahapan penerimaan pegawai dilaksanakan secara resmi, terbuka, dan tanpa biaya. Perusahaan juga tidak mengenal jalur khusus, perantara, ataupun pihak tertentu yang dapat menjamin seseorang diterima sebagai pegawai.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa seluruh peserta memiliki peluang yang sama selama memenuhi persyaratan dan mengikuti prosedur seleksi yang telah ditetapkan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada pihak yang mengaku sebagai bagian dari KAI lalu meminta sejumlah uang, menawarkan jasa tertentu, atau menjamin kelulusan. Rekrutmen KAI dilaksanakan secara transparan dan terbuka bagi seluruh pelamar yang memenuhi ketentuan,” kata Reza.

Masyarakat juga diminta mencermati informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun tautan lowongan kerja. Penipu biasanya memanfaatkan nama, logo, atau identitas KAI untuk membuat informasi palsu terlihat meyakinkan. Karena itu, calon pelamar harus memastikan informasi rekrutmen diperoleh melalui kanal resmi perusahaan.

Beberapa modus yang perlu diantisipasi antara lain permintaan pembayaran untuk administrasi, seleksi, pemberkasan, transportasi, hingga akomodasi. Pelamar juga harus menghindari pihak yang menawarkan pengurusan hotel, kendaraan, atau kebutuhan perjalanan tertentu dengan alasan berkaitan dengan proses seleksi.

Selain itu, masyarakat diminta tidak tergiur tawaran yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. KAI menegaskan bahwa memberikan uang atau data pribadi kepada pihak yang identitas dan kewenangannya tidak jelas dapat merugikan calon pelamar.

“Kalau ada pihak yang meminta uang, menawarkan jasa tertentu, atau menjanjikan kelulusan, jangan dipercaya. Masyarakat juga jangan menyerahkan uang maupun data pribadi kepada pihak yang tidak bisa dipastikan keabsahannya,” tegas Reza.

Dalam rekrutmen 2026, KAI membuka peluang bagi pelamar dari sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari lulusan SLTA, D3, hingga D4/S1. Pembukaan akun rekrutmen dimulai pada 4 September 2026, sedangkan pendaftaran sekaligus pemilihan formasi dijadwalkan pada 7–10 September 2026.

Pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online melalui situs resmi KAI, yakni karier.kai.id. Calon peserta diimbau tidak melakukan pendaftaran melalui pihak ketiga dan selalu memeriksa keaslian informasi sebelum mengikuti setiap tahapan.

Posisi yang tersedia tahun ini mencakup sejumlah bidang, seperti operasional, pelayanan, teknik, logistik, kesehatan, dan administrasi.

Bagi lulusan SLTA, formasi yang dibuka di antaranya kondektur, masinis, serta bidang pemeliharaan sarana dan prasarana. Sementara lulusan D3 dapat memilih sejumlah posisi, mulai dari kondektur, operasional yang meliputi masinis dan asisten PPKA, operator KPJR, pemeliharaan sarana dan prasarana, paramedis, hingga administrasi.

Adapun lulusan D4/S1 memiliki kesempatan mengikuti seleksi untuk posisi administrasi legal, staf logistik dan bangunan, serta petugas Negative Check Sintelis dan Fasilitas.

Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan awal, psikologi, wawancara, dan pemeriksaan kesehatan akhir. Penentuan kelulusan peserta didasarkan pada hasil dari setiap tahapan serta kesesuaian dengan kebutuhan formasi yang tersedia.

KAI kembali menegaskan bahwa perusahaan tidak memberlakukan mekanisme penggantian biaya transportasi maupun akomodasi selama proses penerimaan pegawai. Dengan demikian, peserta tidak perlu membayar kepada pihak mana pun untuk mengikuti seleksi.

Reza mengajak masyarakat turut menjaga agar proses rekrutmen KAI berlangsung secara jujur, terbuka, dan bebas dari praktik percaloan.

“Rekrutmen resmi KAI hanya dilakukan melalui kanal perusahaan, tidak dipungut biaya, dan tidak melibatkan jasa calo,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat lebih cermat dalam menyaring informasi serta tidak mudah tergoda oleh tawaran yang menjanjikan kelulusan. Menurutnya, proses rekrutmen harus dijaga agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang setara.

Bila menemukan informasi atau aktivitas rekrutmen yang dianggap mencurigakan, masyarakat dapat melakukan verifikasi melalui Contact Center KAI 121 atau 021-121. Konfirmasi juga dapat dilakukan melalui WhatsApp KAI di nomor 0811-2223-3121 dan media sosial KAI 121 dengan akun @kai121_.

KAI mengingatkan calon pelamar untuk mengabaikan pesan berantai, unggahan media sosial, serta tautan rekrutmen yang tidak berasal dari sumber resmi, terutama jika informasi tersebut disertai permintaan transfer dana, pengumpulan data pribadi, tawaran jasa tertentu, atau jaminan kelulusan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update