Jakarta, Rakyatterkini.com – Inter Milan harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan AS Roma dalam lanjutan Liga Italia 2026-2027. Pertandingan pekan kelima yang berlangsung di Stadio Olimpico, Sabtu (19/9/2026) malam WIB, diwarnai aksi comeback Nerazzurri setelah tertinggal dua gol.
AS Roma tampil lebih agresif sejak awal pertandingan dan mampu membuat Inter kesulitan mengembangkan permainan. Manu Kone menjadi pemain yang paling menonjol di babak pertama dengan mencetak dua gol yang membawa tuan rumah unggul 2-0 sebelum turun minum.
Ketertinggalan tersebut kembali memperlihatkan persoalan Inter pada awal pertandingan. Dalam empat laga terakhir, tim asuhan Cristian Chivu tercatat selalu berada dalam situasi tertinggal dua gol terlebih dahulu.
Namun, keadaan berubah setelah jeda. Inter tampil lebih berani dan mampu meningkatkan tekanan. Lautaro Martinez kemudian menjadi penyelamat dengan mencetak dua gol yang membuat kedudukan kembali imbang 2-2 hingga pertandingan berakhir.
Tambahan satu poin membuat Inter tetap berada di posisi kedua klasemen sementara Serie A dengan koleksi 13 poin.
Chivu Marah di Ruang Ganti
Cristian Chivu mengungkapkan bahwa dirinya tidak tinggal diam melihat performa Inter pada babak pertama. Pelatih asal Rumania itu mengaku menyampaikan kritik secara tegas kepada para pemain ketika berada di ruang ganti.
Chivu memilih tidak membeberkan isi pembicaraan tersebut kepada publik. Menurutnya, evaluasi yang disampaikan saat jeda merupakan bagian internal tim.
Ia mengatakan perubahan sikap para pemain setelah turun minum menjadi hal yang paling diapresiasi. Inter dinilai mampu menunjukkan karakter, semangat juang, serta kegigihan saat menghadapi tim kuat seperti Roma.
Menurut Chivu, pertandingan tersebut juga menjadi ujian penting bagi mentalitas skuadnya. Ia menilai respons pemain setelah tertinggal dua gol menunjukkan adanya karakter positif dalam tim.
Masih Ada Masalah Saat Bertahan
Di balik pujian terhadap kebangkitan Inter, Chivu tetap mengingatkan bahwa timnya memiliki pekerjaan rumah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana para pemain menghadapi tekanan lawan sejak menit awal.
Chivu menilai Inter harus lebih cepat membaca permainan dan menyesuaikan diri dengan tempo pertandingan. Menurutnya, pemain tidak harus memiliki intensitas yang lebih tinggi dibandingkan lawan, tetapi setidaknya mampu mengimbangi agresivitas mereka.
Selain itu, ia menegaskan bahwa permainan sepak bola tidak hanya bergantung pada saat tim menguasai bola. Pergerakan dan koordinasi ketika kehilangan penguasaan juga harus diperbaiki.
Chivu pun enggan mengungkapkan secara rinci isi tegurannya di ruang ganti. Ia menilai seluruh pemain sudah memahami kesalahan yang terjadi pada babak pertama dan mengetahui aspek yang harus dibenahi untuk pertandingan berikutnya.(da*)


