Padang, Rakyatterkini.com — Pergerakan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok terjadi di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (3/9/2026). Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara harga bahan pangan lainnya masih bertahan atau justru turun.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edwar, menyampaikan bahwa kenaikan terjadi pada komoditas gula pasir, baik jenis premium maupun curah.
Harga gula pasir premium kini berada di level Rp20 ribu per kilogram, meningkat dari sebelumnya Rp19 ribu. Sementara gula pasir curah naik dari Rp17.166 menjadi Rp18.833 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau. Harga komoditas tersebut bergerak dari Rp50.666 menjadi Rp52.333 per kilogram.
“Beberapa komoditas mengalami kenaikan, khususnya gula pasir dan cabai rawit hijau. Namun, ada juga harga yang tetap dan beberapa lainnya mengalami penurunan,” ujar Edrian.
Di sisi lain, harga cabai keriting merah mengalami penurunan dari Rp45.333 menjadi Rp43.333 per kilogram. Cabai keriting hijau juga turun dari Rp41.667 menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Untuk cabai rawit merah, harganya masih berada di angka Rp67 ribu per kilogram. Sedangkan telur ayam ras tercatat stabil dengan harga Rp27.333 per kilogram.
Komoditas lainnya juga menunjukkan harga yang relatif beragam. Daging ayam kampung dijual sekitar Rp65 ribu per kilogram, ikan tongkol Rp41.667 per kilogram, dan ikan tuna Rp73.333 per kilogram. Adapun telur ayam kampung berada di harga Rp61.600 per kilogram.
Sementara itu, bawang merah super tercatat Rp35.333 per kilogram. Bawang merah biasa berada di kisaran Rp30.667 per kilogram, sedangkan jenis bawang merah lainnya dijual Rp20 ribu per kilogram.
Edrian menyebut perubahan harga, terutama pada komoditas cabai, tidak terlepas dari kondisi pasokan dan permintaan yang berlangsung di pasar.
Dinas Perdagangan Kota Padang terus melakukan pemantauan terhadap harga sekaligus ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan komoditas tetap tersedia dan mengetahui perkembangan harga di tingkat pedagang.
“Kami terus memantau ketersediaan komoditas sekaligus perkembangan harga yang terjadi di lapangan,” katanya.(da*)


