Notification

×

Iklan

Harga CPO dan Batu Bara Menguat

Sabtu, 05 September 2026 | 02:22 WIB Last Updated 2026-09-04T19:22:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Penguatan harga sejumlah komoditas menjadi sentimen positif bagi sektor unggulan Indonesia. Meski demikian, kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dan batu bara juga mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan ketika kebutuhan energi terus bertambah.

Pada perdagangan Kamis (3/9/2026), harga CPO sempat naik 1,3 persen hingga menyentuh MYR5.022 per ton. Namun, harga kemudian terkoreksi dan mengakhiri perdagangan di level MYR4.902 per ton. Sementara itu, batu bara Newcastle meningkat sekitar 0,5 persen menjadi US$151 per ton.

Dalam periode satu bulan terakhir, harga CPO tercatat telah meningkat 5,1 persen, sedangkan batu bara Newcastle mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni sekitar 8,2 persen.

Pergerakan harga tersebut salah satunya dipengaruhi kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan CPO. Di sisi lain, kebutuhan listrik berbasis batu bara berpotensi meningkat seiring kondisi cuaca yang lebih kering akibat fenomena El Nino.

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN memperkirakan El Nino dengan intensitas kuat dapat menyebabkan curah hujan berada di bawah kondisi normal serta mendorong kenaikan suhu di sejumlah wilayah Asia Tenggara hingga November 2026. Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian bagi industri kelapa sawit karena dapat memengaruhi produksi.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan produksi CPO nasional berpotensi berkurang sekitar 5 persen pada 2027 akibat pengaruh El Nino. Kekhawatiran serupa juga muncul di Malaysia. Para produsen sawit di negara tersebut mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan periode kering yang berlangsung lebih lama.

Meski sejauh ini belum terdapat gangguan produksi yang signifikan, dampak terhadap hasil produksi diperkirakan baru akan terlihat pada awal 2027 apabila kondisi cuaca kering semakin parah dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Sementara itu, pasar batu bara menghadapi dinamika berbeda. China mulai meningkatkan persediaan batu bara sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan kebutuhan listrik sekaligus kemungkinan berkurangnya produksi listrik tenaga air akibat kondisi yang lebih kering.

Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, pasokan batu bara dari Indonesia juga menghadapi tantangan pada sisi logistik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update