Notification

×

Iklan

Gunung Sinabung Ganggu Penerbangan Kualanamu

Rabu, 02 September 2026 | 00:18 WIB Last Updated 2026-09-01T17:18:00Z

Ratusan calon penumpang terpaksa gagal terbang 

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang. Kondisi tersebut terjadi setelah status Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Selasa (1/9/2026).

Peningkatan aktivitas gunung api tersebut menyebabkan abu vulkanik menyebar ke jalur udara yang digunakan pesawat. Kondisi ini membuat sejumlah maskapai harus menyesuaikan jadwal penerbangan, termasuk melakukan penundaan hingga pembatalan sejumlah rute, baik domestik maupun internasional.

Data sementara mencatat sebanyak 51 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu telah dibatalkan sejak Senin (31/8/2026) hingga Selasa (1/9/2026). Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring perkembangan penyebaran abu vulkanik serta kondisi arah angin.

Untuk mengutamakan keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia mengeluarkan NOTAM (Notice to Airmen) bernomor A3250/26. Berdasarkan pemberitahuan tersebut, area aerodrome Bandara Internasional Kualanamu ditutup sementara pada Selasa mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB. Penutupan kemudian diperpanjang sampai pukul 14.45 WIB.

Pelaksana Tugas Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Internasional Kualanamu, Dedy Sri Cahyono, mengatakan keselamatan penumpang dan operasional penerbangan menjadi perhatian utama dalam situasi tersebut.

“Keselamatan pengguna jasa dan seluruh aktivitas penerbangan menjadi prioritas utama kami di tengah kondisi saat ini. Kami bersama seluruh stakeholder terkait terus berkoordinasi dan memantau perkembangan di lapangan secara intensif,” kata Dedy, Selasa (1/9/2026).

Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik membuat banyak calon penumpang harus menunggu di terminal Bandara Kualanamu. Sebagian penumpang terpaksa membatalkan perjalanan atau mengubah jadwal keberangkatan mereka.

Salah seorang penumpang asal Malaysia, Sholihin, mengaku hanya bisa menerima keputusan pembatalan penerbangannya. Pesawat yang sedianya membawanya kembali ke Malaysia harus dibatalkan maskapai karena kondisi penerbangan dinilai tidak memungkinkan akibat paparan abu vulkanik.

“Penerbangan saya yang tadinya sudah terjadwal hari ini terpaksa dibatalkan karena kondisi abu vulkanik,” ujar Sholihin di Terminal Bandara Kualanamu.

PT Angkasa Pura Aviasi mengingatkan calon penumpang agar tidak langsung datang ke bandara sebelum memastikan kondisi penerbangannya. Penumpang disarankan memeriksa perkembangan jadwal secara berkala melalui kanal layanan resmi maskapai masing-masing.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update