Jakarta, Rakyatterkini.com – Ancaman aliran lahar dengan daya rusak tinggi juga membayangi kawasan Gunung Rainier di negara bagian Washington, Amerika Serikat. Lebih dari 90.000 warga diketahui bermukim di wilayah yang masuk dalam zona rawan lahar gunung tersebut.
Ahli geologi dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Holly Weiss-Racine, menjelaskan bahwa lahar merupakan salah satu ancaman vulkanik paling serius di kawasan Pegunungan Cascades. Bahaya tersebut terutama disebabkan oleh kemampuan alirannya menjangkau wilayah yang luas dengan kekuatan destruktif yang besar.
“Lahar merupakan bahaya vulkanik paling berbahaya di kawasan Pegunungan Cascades karena jangkauan dan daya rusaknya. Lebih dari 90.000 orang berada di zona bahaya lahar Gunung Rainier, sementara dampaknya berpotensi dirasakan jutaan orang,” ujar Weiss-Racine kepada RIA Novosti.
Gunung Rainier tercatat sebagai gunung tertinggi di Washington dengan ketinggian mencapai 4.392 meter atau sekitar 14.411 kaki.
Jika terjadi, aliran lahar dari Gunung Rainier dapat bergerak hingga puluhan kilometer. Material yang terbawa aliran tersebut berpotensi menghantam dan merusak berbagai bangunan maupun infrastruktur yang berada di sepanjang jalurnya.
USGS mencatat setidaknya terdapat 11 kejadian lahar besar yang berasal dari Gunung Rainier dalam kurun 6.000 tahun terakhir. Beberapa di antaranya bahkan mencapai wilayah dataran rendah di sekitar Puget Sound.
Lahar sendiri merupakan aliran material vulkanik yang terbentuk dari perpaduan air dengan batu, tanah, dan berbagai material lainnya. Karena dapat bergerak dengan kecepatan tinggi, aliran ini mampu mencapai kawasan yang cukup jauh dari sumbernya.
Potensi bahaya lahar kembali mendapat perhatian setelah bencana yang melibatkan aliran air dan material vulkanik terjadi di Nepal pada 26 Agustus lalu.
Banjir bandang dilaporkan menerjang sejumlah wilayah di bagian utara Nepal setelah debit air yang sangat deras masuk dan meluap ke Sungai Bhotekoshi. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan pencairan gletser serta longsor.
Berdasarkan laporan yang dikutip RIA Novosti, bencana di Nepal itu menyebabkan lebih dari 1.300 orang meninggal dunia. Sementara itu, jumlah warga yang masih dinyatakan hilang mencapai lebih dari 5.500 orang.(da*)

