Notification

×

Iklan

Eka Putra Dorong Penguatan Adat Minang di Rantau

Minggu, 13 September 2026 | 12:36 WIB Last Updated 2026-09-13T07:02:44Z

Bupati Eka Putra Ajak Perantau Jaga Adat Minang

Jakarta, Rakyatterkini.com — Bupati Tanah Datar Eka Putra mengajak masyarakat Minangkabau di perantauan, khususnya generasi muda, untuk terus memperkuat pemahaman terhadap adat dan budaya Minang. 

Ia menilai, kehidupan di rantau tidak boleh membuat masyarakat Minangkabau kehilangan identitas serta nilai-nilai adat yang menjadi bagian penting dari kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan Eka Putra ketika menghadiri kegiatan yang digelar Bundo Kanduang Tanah Datar (BKTD) Jabodetabek di Hotel Horison Balairung Matraman, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Acara yang diisi seminar dan pentas seni itu mendapat sambutan antusias dari Bundo Kanduang serta masyarakat Minangkabau yang bermukim di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Eka Putra mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai tidak sekadar menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga wadah untuk menanamkan kembali pemahaman adat kepada anak, cucu, dan kemenakan yang lahir maupun besar di perantauan.

Menurutnya, menjaga kelestarian adat dan budaya Minangkabau merupakan kewajiban bersama. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat, baik yang tinggal di ranah maupun di rantau.

Ia menilai upaya tersebut penting agar generasi muda tetap memahami akar budaya dan jati diri Minangkabau, meskipun mereka tumbuh jauh dari kampung halaman.

“Semangat seperti ini yang harus kita tanamkan dalam organisasi. Sejak periode pertama saya menjabat sebagai Bupati, Bundo Nita selalu berkomunikasi secara intens dengan saya. Saya sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian yang terus diberikan untuk menjaga adat dan budaya Minangkabau,” kata Eka Putra.

Ia juga memberikan penghargaan kepada panitia kegiatan, terutama Ketua Bundo Kanduang Jabodetabek Nita Ratu dan Bundo Emi Sajili, yang telah menggagas kegiatan tersebut.

Seminar itu turut menghadirkan Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D. Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional tersebut menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang memberikan pembekalan mengenai adat Minangkabau.

Menurut Fasli, pembelajaran adat menjadi salah satu cara penting untuk menjaga agar nilai-nilai budaya Minangkabau tetap berkembang dan dapat diteruskan kepada generasi selanjutnya.

“Adat Minangkabau indak lapuak dek hujan, indak lakang dek paneh. Ini yang harus kita pegang bersama. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana pun kita berada dan menjalani kehidupan di rantau, kita sebagai orang Minang harus tetap menjunjung jati diri sebagai orang Minangkabau,” ujarnya.

Sementara itu, materi pembekalan adat disampaikan Ketua LKAAM Tanah Datar, H. Aresno Dt. Andomo, S.Ag., yang merupakan salah seorang pemangku adat Minangkabau.

A. Dt. Andomo datang langsung dari Tanah Datar untuk berbagi pengetahuan serta pemahaman mengenai adat istiadat Minangkabau kepada Bundo Kanduang se-Jabodetabek.

Ia mengaku antusias memenuhi undangan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memperlihatkan bahwa kepedulian Bundo Kanduang di perantauan terhadap adat Minangkabau masih sangat kuat.

Kepedulian tersebut, katanya, perlu terus dijaga agar masyarakat Minangkabau di rantau tidak hanya memahami adat, tetapi juga mampu meneruskannya kepada generasi berikutnya.

Selain Bupati Eka Putra, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis bersama istri, Ketua DARAM (Da’i Rantau Minang) Buya Dr. Elfa Hendri, serta sejumlah undangan lainnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi adat dan budaya Minangkabau sebagai bagian dari identitas masyarakat, sekaligus menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi generasi Minang yang lahir dan tumbuh di perantauan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update