Notification

×

Iklan

DPRD Sumbar Imbau Warga Padang Kurangi Aktivitas

Kamis, 03 September 2026 | 22:46 WIB Last Updated 2026-09-03T15:46:00Z

Kabut asap Sumbar

Padang, Rakyatterkini.com – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Nanda Satria, mengingatkan masyarakat Kota Padang untuk membatasi kegiatan di luar ruangan menyusul kondisi udara yang menurun akibat kabut asap.

Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Padang diduga berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa provinsi di sekitar Sumatera Barat.

Nanda menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena kualitas udara yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Ia meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya kegiatan yang tidak bersifat mendesak.

Menurutnya, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara perlu mendapatkan perhatian lebih.

"Ketika kualitas udara memburuk dan kabut asap semakin pekat, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan sampai kondisi kembali membaik," ujarnya.

Selain membatasi aktivitas luar rumah, Nanda mengajak masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. Warga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih dan memastikan waktu istirahat tetap cukup.

Pemprov Sumbar Diminta Pertimbangkan WFH

Nanda juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) apabila kualitas udara semakin tidak sehat.

Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi langkah sementara untuk mengurangi risiko paparan udara buruk sekaligus menekan mobilitas masyarakat.

Menurut Nanda, penerapan WFH bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kebijakan tersebut dapat menjadi bentuk perlindungan terhadap kesehatan pegawai sekaligus masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Pembelajaran Daring Bisa Diterapkan

Selain untuk ASN, Nanda menyarankan pemerintah mempertimbangkan sistem pembelajaran daring apabila kondisi udara sudah tidak memungkinkan bagi anak-anak untuk beraktivitas di lingkungan sekolah.

Ia menyebut keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi salah satu prioritas. Jika kualitas udara berada pada kondisi yang membahayakan, kegiatan belajar dari rumah dapat diberlakukan sementara hingga situasi kembali normal.

Nanda menekankan bahwa setiap kebijakan harus mengacu pada hasil pemantauan kualitas udara serta dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait.

Ia berharap pemantauan kualitas udara di Sumatera Barat dilakukan secara rutin sehingga pemerintah dapat segera mengambil langkah apabila kondisi semakin memburuk.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar yang terdampak kabut asap agar mengambil langkah pencegahan demi menjaga kesehatan masyarakat.

"Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami berharap kabut asap segera berakhir sehingga kualitas udara di Sumatera Barat, terutama Kota Padang, kembali normal," kata Nanda.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update