Notification

×

Iklan

BNPB Catat 135 Korban Jiwa Gempa NTT

Rabu, 09 September 2026 | 00:45 WIB Last Updated 2026-09-08T17:45:00Z

Kondisi rumah yang terdampak gempa M7,7 Flores

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total 135 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Sebanyak 48 korban meninggal karena terdampak langsung gempa, sementara 87 lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung yang ditimbulkan bencana tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan data terbaru hingga Selasa (8/9/2026).

Menurut Berton, BNPB mencatat 48 orang meninggal sebagai korban langsung gempa M7,7. Sementara itu, terdapat 87 orang lainnya yang kehilangan nyawa akibat berbagai dampak lanjutan dari bencana tersebut.

BNPB turut menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga korban. Dalam upaya penanganan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, BNPB telah mengirimkan bantuan logistik sebanyak 2.165 ton ke sejumlah wilayah di NTT.

Gempa tersebut juga menimbulkan kerusakan besar pada permukiman warga. Sekitar 98.860 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. BNPB juga mencatat 712 bangunan fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, serta 663 gedung perkantoran mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Saat ini, BNPB masih melakukan pemeriksaan dan pencocokan data kerusakan rumah yang dilaporkan oleh pemerintah daerah di wilayah terdampak.

Dari proses validasi dan verifikasi yang telah dilakukan, sebanyak 51.591 rumah sudah diperiksa. Hasilnya, 2.382 rumah masuk kategori rusak berat, 7.276 rumah rusak sedang, dan 14.177 rumah tergolong rusak ringan.

Sementara 27.756 rumah lainnya tidak memenuhi kriteria kerusakan yang masuk dalam kategori rusak ringan, sedang, maupun berat. Artinya, berdasarkan hasil pemeriksaan, rumah-rumah tersebut berada dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan seperti yang sebelumnya dilaporkan.

Berton menegaskan proses verifikasi masih berlangsung. BNPB akan menunggu hasil pendataan final dari pemerintah daerah yang nantinya disusun berdasarkan data by name by address untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Di sisi lain, BNPB juga melakukan perubahan lokasi Pos Pendukung Logistik Nasional. Pos yang sebelumnya ditempatkan di Halim mulai 7 September 2026 dipindahkan ke Gedung Gudang Logistik dan Peralatan BNPB yang berada di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update