Notification

×

Iklan

Asal-usul 13 Rumah Dinas Lapas Cibinong Diungkap

Selasa, 29 September 2026 | 16:18 WIB Last Updated 2026-09-29T09:18:00Z

Area Lapas Cibinong.  

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kepala Urusan Umum Lapas Kelas IIA Cibinong, Deni Sugiarto, menjelaskan latar belakang pembangunan 13 rumah dinas yang berada di lingkungan lembaga pemasyarakatan tersebut. Menurutnya, pembangunan dimulai pada Januari 2023 dan rampung sekitar tiga bulan kemudian.

Keterangan itu disampaikan Deni dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI, Senin (28/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya meminta penjelasan mengenai waktu pembangunan sekaligus pihak yang mendirikan bangunan tersebut.

"Sejak kapan yang 13 rumah ini berdiri dan siapa yang bangun?" tanya Willy.

Deni kemudian meluruskan informasi mengenai waktu pembangunan. Ia menyebut 13 rumah tersebut bukan dibangun pada 2021, melainkan mulai dikerjakan pada Januari 2023.

"Untuk yang 13 rumah itu sebenarnya berdiri dari tahun 2023. Januari, Bapak," jawab Deni.

Ketika kembali ditanyakan mengenai waktu penyelesaian, Deni menyampaikan pembangunan selesai pada April 2023.

Willy selanjutnya mempertanyakan legalitas penggunaan lahan dan bangunan tersebut. Pertanyaan itu muncul karena surat izin tertulis disebut baru diterbitkan pada 2026, sedangkan bangunan telah berdiri sejak 2023.

Deni menerangkan bahwa sebelum pembangunan berlangsung, Bupati Bogor sempat berkunjung ke Lapas Cibinong. Dalam kesempatan itu, izin pembangunan rumah dinas bagi pegawai disebut terlebih dahulu diberikan secara lisan.

"Untuk sementara waktu itu secara lisan terlebih dahulu mengizinkan inisiatif Kalapas untuk membuat rumah dinas pegawai. Sambil berjalan, pembangunan diizinkan, sedangkan suratnya akan diproses," jelas Deni.

Setelah mendapat izin secara lisan tersebut, Kepala Lapas Cibinong saat itu melaksanakan pembangunan rumah dinas. Pekerjaan dimulai Januari 2023 dan selesai pada April tahun yang sama.

Menurut Deni, setelah bangunan selesai, rumah-rumah tersebut langsung ditempati pegawai. Penempatan itu kemudian dituangkan melalui surat keputusan yang ditandatangani Kepala Lapas.

Dalam rapat yang sama, Willy juga menanyakan sumber dana yang digunakan untuk membangun 13 rumah dinas tersebut. Deni mengaku tidak mengetahui asal anggaran pembangunan karena dirinya tidak terlibat dalam proses tersebut.

"Saat itu saya baru menjabat sebagai Kepala Urusan Umum. Untuk pembangunan tersebut saya sama sekali tidak dilibatkan. Saya tidak mengetahui sumber anggaran maupun proses pembangunannya," kata Deni.

Sebelumnya, Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar atau bangunan terpisah di bagian belakang Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor. Fasilitas di dalam sejumlah bangunan tersebut dinilai menyerupai hunian dengan standar apartemen.

Temuan itu diketahui setelah Ombudsman melakukan inspeksi mendadak pada Rabu (23/9/2026). Lokasi bangunan berada di area belakang lapas dan terpisah dari blok hunian utama warga binaan.

Saat pemeriksaan, sejumlah ruangan diketahui memiliki fasilitas rumah tangga yang cukup lengkap. Di antaranya terdapat ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, tempat tidur, serta berbagai peralatan memasak.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update