Tanah Datar, Rakyatterkini.com — Prosesi pengambilan Api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 berlangsung di Lapangan Sulthan Suri Rajo Mahadirajo, kawasan Monumen Api Porda Sumbar, Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (30/9/2026).
Penyalaan api tersebut menjadi awal perjalanan Kirab Api Porprov XVI Sumbar yang selanjutnya akan melewati sejumlah kabupaten dan kota sebelum dibawa ke Kota Padang untuk digunakan dalam upacara pembukaan Porprov.
Pemilihan Nagari Pariangan sebagai lokasi pengambilan api memiliki nilai sejarah dan budaya tersendiri. Pariangan dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah serta perkembangan kebudayaan Minangkabau.
Oleh karena itu, Api Porprov tidak hanya menjadi penanda dimulainya kompetisi olahraga tingkat provinsi, tetapi juga merepresentasikan persatuan, kebersamaan, semangat juang, dan persaudaraan masyarakat Sumatera Barat.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar serta seluruh unsur masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan prosesi tersebut, termasuk tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, pemuda, dan masyarakat setempat.
Ia mengatakan api yang telah dinyalakan akan dijaga sebagai simbol semangat yang menyatukan seluruh daerah di Sumatera Barat.
“Insyaallah kami akan menjaga api ini. Semangat yang terkandung di dalamnya adalah semangat yang menyatukan seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” ujar Hamdanus.
Menurutnya, semangat persatuan tersebut harus terus dipelihara sampai seluruh rangkaian Porprov XVI Sumbar berakhir. Ia juga mengajak KONI kabupaten dan kota serta seluruh insan olahraga menjadikan Api Porprov sebagai lambang semangat yang terus menyala.
“Mari kita jaga bersama semangat ini. Jangan sampai api ini padam. Api ini menjadi simbol yang menyatukan kita semua,” katanya.
Tanah Datar Siap Jadi Tuan Rumah
Mewakili Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sekda Abdul Rahman Hadi mengatakan pemilihan Pariangan sebagai tempat pengambilan api merupakan bentuk penghargaan terhadap sejarah dan kebudayaan Minangkabau.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya bagian dari seremoni pembukaan Porprov, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nagari Pariangan kepada masyarakat Sumatera Barat.
“Tradisi pengambilan api Porprov ini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah, budaya dan nilai-nilai luhur Minangkabau yang terus menghidupkan semangat olahraga,” katanya.
Abdul Rahman berharap perjalanan api obor tersebut dapat membawa pesan persatuan, persaudaraan serta semangat bersama untuk menyukseskan pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026.
Ia juga menegaskan bahwa Tanah Datar telah melakukan berbagai persiapan untuk menjalankan tugas sebagai salah satu daerah penyelenggara Porprov. Beberapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan di daerah itu antara lain angkat besi dan bola voli.
“Kami telah melakukan persiapan dan insyaallah akan menyukseskan cabang olahraga yang dipercayakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan KONI Sumbar kepada Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.
Setelah Delapan Tahun, Api Kembali Menyala
Asisten III Sekdaprov Sumbar, Adib Alfikri, menyebut penyalaan Api Porprov di Pariangan sebagai momentum yang memiliki arti penting. Pasalnya, api kembali dinyalakan di Monumen Api Porda Sumbar setelah sekitar delapan tahun.
Adib juga memiliki kenangan tersendiri dengan lokasi tersebut. Ia mengatakan pernah menghadiri prosesi serupa pada 2018 saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar.
“Hari ini menjadi hari bersejarah. Sudah cukup lama kita tidak melihat api ini menyala seperti sekarang. Saya masih ingat, delapan tahun lalu saya juga hadir di tempat ini,” tuturnya.
Menurut Adib, Pariangan mempunyai kedudukan penting dalam perjalanan sejarah dan budaya Minangkabau. Karena itu, tradisi pengambilan Api Porprov di daerah tersebut dinilai perlu dipertahankan dan dilestarikan.
“Budaya ini harus terus kita lestarikan karena menjadi simbol kebersamaan dari berbagai kepentingan yang ada di Sumatera Barat,” katanya.
Ia menekankan bahwa makna Api Porprov tidak berhenti pada seremoni. Nilai yang dibawa oleh api tersebut diharapkan tercermin dalam pelaksanaan pertandingan melalui sportivitas, kebersamaan, perjuangan dan pencapaian prestasi.
“Pemerintah provinsi berharap api yang telah menyala ini tidak berhenti sebagai simbol, tetapi semangatnya benar-benar diwujudkan selama pelaksanaan Porprov,” ujarnya.
Usai prosesi di Pariangan, Api Porprov XVI Sumbar selanjutnya dibawa dalam kirab menuju Kabupaten Padang Pariaman. Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan hingga mencapai Kota Padang.
Api obor tersebut menjadi lambang semangat pantang menyerah, daya juang, sportivitas serta energi positif bagi para atlet dan seluruh insan olahraga Sumatera Barat.
Adib berpesan kepada pembawa obor dan seluruh petugas kirab untuk menjaga keamanan selama perjalanan serta memastikan api tetap terjaga hingga mencapai lokasi tujuan.
“Kepada pembawa obor dan petugas kirab, kami berharap selalu berhati-hati, mengutamakan keselamatan dan membawa semangat kejayaan dari titik awal hingga tujuan akhir,” katanya.
Penyalaan dan pelepasan obor kemudian dilakukan sebagai tanda dimulainya secara resmi rangkaian Kirab Api Porprov XVI Sumbar 2026.
Api tersebut dibawa oleh petugas kirab menuju Padang Pariaman mengikuti rute yang telah disiapkan panitia.
Adib turut mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di Sumatera Barat berpartisipasi menyukseskan Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026.
“Melalui momentum ini, mari kita kobarkan semangat kebersamaan dan sportivitas agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, aman dan sukses,” katanya.
Kegiatan pengambilan Api Porprov XVI Sumbar tersebut turut dihadiri Kepala Dispora Sumbar Tafliatur Fuadi, jajaran KONI Sumbar, sejumlah kepala daerah, ninik mamak, tokoh adat serta tokoh masyarakat Kabupaten Tanah Datar.(da*)


