Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan dan sanitasi 35 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kasus keracunan pangan yang dapat menimpa penerima manfaat.
Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, mengatakan pengawasan akan dilakukan secara intensif pada seluruh dapur SPPG yang berada di wilayah Kabupaten Agam.
“Kita bakal melakukan pengawasan secara ketat terhadap higiene dan sanitasi dapur SPPG,” ujar Hendri di Lubukbasung, Sabtu.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Agam telah menyiapkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung ke 35 dapur SPPG. Pengawasan tersebut ditujukan untuk memastikan proses pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan sehingga risiko keracunan dapat ditekan.
Pemeriksaan mencakup kebersihan personal maupun peralatan yang digunakan dalam pengolahan makanan. Petugas juga memastikan penerapan kebiasaan hidup bersih, seperti mencuci tangan, serta kondisi lingkungan dapur tetap sehat dan memenuhi persyaratan sanitasi.
“Tim melakukan pengawasan kebersihan individu dan subjek langsung seperti cuci tangan atau kebersihan alat, menciptakan lingkungan dan kondisi yang sehat,” jelasnya.
Selain Dinas Kesehatan, pengawasan juga melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam. Instansi tersebut bertugas memantau kualitas serta keamanan pangan segar yang menjadi bahan baku makanan di dapur SPPG.
Peningkatan pengawasan ini dilakukan menyusul kejadian keracunan yang dialami 344 penerima manfaat di Kecamatan Palupuh pada 4 September 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari Dapur SPPG Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh, BPOM Payakumbuh menemukan dugaan keberadaan bakteri Bacillus cereus pada sampel tahu dan cabai.
Hendri mengatakan sampel makanan tersebut langsung dikirim untuk pemeriksaan setelah insiden keracunan terjadi. Hasil pengujian laboratorium kemudian diterima pada Kamis (10/9/2026).
“Sampel kita kirim usai terjadinya keracunan dan hasil keluar pada Kamis (10/9/2026),” katanya.(da*)


